YARSIYARSI

Bibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan InformasiBibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Penelitian ini membahas perubahan desain perpustakaan, khususnya Perpustakaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Awalnya, perpustakaan dikenal sebagai tempat penyimpanan buku dan terbitan, tetapi kini telah berubah menjadi ruang interaksi dan berkumpul. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan KPK memiliki ciri perpustakaan abad 21, yaitu welcoming, flexibility, communal, zoned, innovation, dan connections. Perpustakaan KPK tidak hanya sebagai ruang penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang sosial. Kebutuhan pengguna yang berubah mendorong pustakawan untuk mendesain ulang ruang perpustakaan dan merevisi kebijakan.

Perpustakaan KPK telah berkembang menjadi growing organism yang menyesuaikan dengan tuntutan pengguna.Koleksi perpustakaan berfungsi sebagai common room untuk interaksi dan sosialisasi.Perpustakaan KPK memenuhi lima dari enam tipologi gedung perpustakaan abad 21 yang dikemukakan oleh Karen Latimer.Meskipun perpustakaan belum sepenuhnya mengadaptasi teknologi, hal ini bukan masalah karena pengguna dan pustakawan merasa cukup dengan teknologi yang ada.Perpustakaan KPK semakin diperhitungkan keberadaannya di lingkungan lembaga.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide. Pertama, bagaimana perpustakaan dapat lebih inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan dan pengalaman pengguna. Kedua, bagaimana perpustakaan dapat lebih inklusif dalam melayani pengguna eksternal, seperti akademisi, peneliti, dan masyarakat umum. Ketiga, bagaimana perpustakaan dapat lebih fleksibel dalam menyesuaikan desain ruang dan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam.

Read online
File size629.09 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test