YARSIYARSI
Bibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan InformasiBibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan InformasiKemas ulang informasi merupakan kegiatan mengumpulkan berbagai informasi secara terstruktur dan disajikan ke dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipahami. Kemas ulang informasi penting dilakukan untuk meningkatkan nilai manfaat dari informasi dan data yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan proses kemas ulang informasi yang dilakukan di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam memenuhi kebutuhan informasi civitas akademik. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap 8 orang informan yang terdiri dari pustakawan dan pemustaka Perpustakaan IPB, serta analisis dokumen berupa produk kemas ulang informasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kegiatan kemas ulang informasi dilakukan oleh pustakawan atas inisiatif sendiri dan untuk pengembangan profesi. Produk kemas ulang yang dihasilkan masih dalam bentuk tercetak, seperti bibliografi, buklet, poster, standing banner, dan leaflet. Saran berdasarkan penelitian ini bahwa Perpustakaan IPB juga harus membuat kebijakan mengenai kemas ulang informasi agar dapat menghasilkan produk kemas ulang secara berkala dan berkesinambungan.
Kemas ulang informasi yang dilakukan dengan melihat informasi dan data yang ada di Perpustakaan IPB.Di awali dari hasil kajian pustakawan berdasarkan ide dan gagasan pustakawan.Dari hasil kajian yang dilakukan oleh pustakawan tersebut barulah dibuat hasil kemas ulang informasi.Pada setiap pembuatan produk kemas ulang informasi harus menentukan target pemustaka agar kemas ulang informasi yang dibuat benar dimanfaatkan.Kemudian, kegiatan evaluasi dalam setiap pembuatan produk kemas ulang informasi harus dilakukan karena akan lebih memudahkan pustakawan dalam melakukan kemas ulang informasi selanjutnya.Kegiatan kemas ulang informasi dilakukan oleh pustakawan atas inisiatif sendiri dan untuk pengembangan profesi.Produk kemas ulang yang dihasilkan masih dalam bentuk tercetak, seperti bibliografi, buklet, poster, standing banner, dan leaflet.Saran berdasarkan penelitian ini bahwa Perpustakaan IPB juga harus membuat kebijakan mengenai kemas ulang informasi agar dapat menghasilkan produk kemas ulang secara berkala dan berkesinambungan.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas berbagai format produk kemas ulang informasi (seperti bibliografi, buklet, poster) dalam meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan informasi oleh berbagai kelompok pemustaka di IPB. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dengan mengukur tingkat pemahaman dan kepuasan pemustaka terhadap masing-masing format. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi kebijakan kemas ulang informasi di perpustakaan IPB, termasuk identifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta strategi untuk memastikan keberlanjutan program. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan studi kasus komparatif dengan membandingkan implementasi kebijakan di beberapa perpustakaan lain yang telah berhasil menerapkan program kemas ulang informasi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan kemas ulang informasi, misalnya melalui pengembangan platform online yang memungkinkan pemustaka mengakses dan berinteraksi dengan produk kemas ulang informasi secara lebih mudah dan interaktif. Penelitian ini dapat menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan melibatkan pustakawan dan pemustaka dalam proses perancangan dan pengujian platform tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan perpustakaan IPB dapat terus meningkatkan kualitas layanan informasi dan data, serta berkontribusi pada peningkatan pemanfaatan informasi oleh civitas akademik.
| File size | 511.18 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Tempat yang sering digunakan adalah di rumah dan tempat kuliah. Alasan menggunakan media sosial adalah karena fitur yang beragam dan menarik, serta banyakTempat yang sering digunakan adalah di rumah dan tempat kuliah. Alasan menggunakan media sosial adalah karena fitur yang beragam dan menarik, serta banyak
YARSIYARSI Implementasi kebijakan Diorama Nusantara tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta Nomor 188.166-DKP/2018 tentang PenunjukanImplementasi kebijakan Diorama Nusantara tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta Nomor 188.166-DKP/2018 tentang Penunjukan
YARSIYARSI Pesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia tentu membawa dampak positif dan negatif. Imbas positifnya diantaranya yaitu membuat informasi semakinPesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia tentu membawa dampak positif dan negatif. Imbas positifnya diantaranya yaitu membuat informasi semakin
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan harga dan suasana toko memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan, yang selanjutnya berdampakHasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan harga dan suasana toko memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan, yang selanjutnya berdampak
POLTEKNAKERPOLTEKNAKER Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara unsafe action dan kecelakaan kerja pada pekerja di PT X Manufacture Mesin Diesel.Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara unsafe action dan kecelakaan kerja pada pekerja di PT X Manufacture Mesin Diesel.
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Perkembangan teknologi digital dan ketersediaan modal usaha merupakan dua faktor penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Penelitian ini bertujuan untukPerkembangan teknologi digital dan ketersediaan modal usaha merupakan dua faktor penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Selain itu, Fitur Produk juga terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan. Fitur yang lengkap, mudah diakses, dan inovatif menjadi pertimbanganSelain itu, Fitur Produk juga terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan. Fitur yang lengkap, mudah diakses, dan inovatif menjadi pertimbangan
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Variabel pelatihan, pengalaman dan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas diuji menggunakan metode regresi linear berganda guna mengetahui kontribusinya.Variabel pelatihan, pengalaman dan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas diuji menggunakan metode regresi linear berganda guna mengetahui kontribusinya.
Useful /
YARSIYARSI Kebijakan penempatan staf tidak terlalu ideal dengan kurangnya staf untuk jadwal jaga selama 24 jam dan kompetensi dari latar belakang pendidikannya. SelamaKebijakan penempatan staf tidak terlalu ideal dengan kurangnya staf untuk jadwal jaga selama 24 jam dan kompetensi dari latar belakang pendidikannya. Selama
YARSIYARSI Penelitian ini mengintegrasikan gambar panorama 360° dengan infografis yang berisi informasi tumbuh-tumbuhan yang sedang ditampilkan. Gambar panoramaPenelitian ini mengintegrasikan gambar panorama 360° dengan infografis yang berisi informasi tumbuh-tumbuhan yang sedang ditampilkan. Gambar panorama
POLTEKNAKERPOLTEKNAKER Tingkat partisipasi dan keterlibatan pekerja meningkat ketika mereka merasa diperhatikan. Korelasi positif antara induksi coaching dan performa kinerjaTingkat partisipasi dan keterlibatan pekerja meningkat ketika mereka merasa diperhatikan. Korelasi positif antara induksi coaching dan performa kinerja
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE The study confirms the importance of consumer perceptions of health consciousness, utilitarian value, and subjective norms in influencing purchase intentionsThe study confirms the importance of consumer perceptions of health consciousness, utilitarian value, and subjective norms in influencing purchase intentions