SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

SERAMBI SYARIAH; Studi Ilmu-ilmu KeislamanSERAMBI SYARIAH; Studi Ilmu-ilmu Keislaman

Trans7 membuat program yang bercerita tentang kebiasaan anak bermain di alam bebas lewat acara Si Bolang atau Si Bocah Petualang. Acara ini juga menampilkan permainan anak-anak yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sekilas tayangan ini memang sangat menarik, namun jika diteliti lebih lanjut pemeran dalam acara ini didominasi oleh anak laki-laki. Apakah anak perempuan memang tidak senang bermain alam bebas? Penelitian ini menganalisis menggunakan teori strukturasi. Strukturasi membahas perubahan sosial sebagai sebuah proses yang menggambarkan bagaimana struktur diproduksi dan direproduksi oleh agen manusia yang bertindak melalui medium dari struktur tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode analisis wacana. Pendekatan ini dipakai karena peneliti bermaksud memperoleh gambaran yang mendalam, sistematis, faktual tentang ideologi yang ada dalam tayangan si Bolang. Agen dan struktur menggunakan sumber daya yang tersedia, yaitu tokoh anak laki-laki (tim produksi) dalam menghasilkan tayangan si Bolang. Hasil penelitian menunjukkan teks yang mendomestifikasi anak perempuan di rumah dan mengeliminasi anak perempuan yang bermain di alam bebas.

Tayangan Si Bolang baik untuk menarik minat anak-anak bermain di alam bebas, namun perlu memperhatikan dominasi peran laki-laki yang mengeliminasi anak perempuan.Penindasan gender dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran gender di kalangan semua agen produksi.Dalam perspektif feminisme sosialis, penghapusan penindasan perempuan memerlukan perlawanan terhadap struktur patriarki dan kapitalisme melalui negosiasi ulang relasi gender yang tidak adil.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana anak perempuan di berbagai daerah sebenarnya berpartisipasi dalam permainan di alam bebas, untuk membandingkan kenyataan lapangan dengan representasi di media. Kedua, perlu dikaji bagaimana anak-anak penonton menafsirkan peran gender dalam tayangan Si Bolang, apakah mereka menganggap alam sebagai ruang milik laki-laki semata. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang alternatif narasi dalam program anak-anak yang menampilkan anak perempuan sebagai petualang aktif, untuk melihat pengaruhnya terhadap persepsi gender anak usia dini. Ketiga saran ini membuka ruang untuk memahami kesenjangan antara realitas dan representasi, serta bagaimana media dapat direkonstruksi untuk mendukung kesetaraan gender sejak usia muda. Penelitian-penelitian ini penting agar tayangan anak tidak menjadi alat reproduksi stereotip gender, melainkan menjadi sarana pemberdayaan bagi semua anak. Dengan mengungkapkan keberadaan anak perempuan di ruang publik dan alam, media dapat membantu memperluas imajinasi sosial tentang siapa yang berhak berpetualang. Pendekatan ini juga dapat mengungkap bagaimana kekuatan simbolik dalam media bekerja membentuk identitas anak. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pedoman produksi konten anak yang inklusif. Melalui penelitian lanjutan, diharapkan industri media anak semakin sadar akan tanggung jawab sosialnya. Temuan dari kajian ini juga dapat digunakan untuk menyusun kurikulum media literasi di sekolah dasar.

Read online
File size446.55 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test