STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM

Quality: Journal Of Islamic StudiesQuality: Journal Of Islamic Studies

Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyebaran dakwah Islam, khususnya di kalangan masyarakat. Urgensi komunikasi dalam dakwah tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana pesan-pesan dakwah tersebut dapat diterima, dipahami, dan dihayati oleh audiens. Dalam perspektif Islam, komunikasi harus dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai etika seperti kebijaksanaan (hikmah), kesantunan, dan kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya komunikasi yang efektif dalam dakwah di masyarakat serta tantangan yang dihadapi dalam era modern, terutama dalam penggunaan media sosial sebagai sarana dakwah. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya memahami pluralitas masyarakat dan relevansi bahasa dalam menyampaikan pesan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang baik mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam, menghindari kesalahpahaman, serta membangun kesadaran spiritual dan moral. Oleh karena itu, komunikasi yang bijak dan etis sangat diperlukan dalam berdakwah agar pesan Islam dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Komunikasi Islam memiliki urgensi yang sangat penting dalam dakwah.Tanpa komunikasi yang baik, pesan dakwah tidak akan tersampaikan dengan tepat dan bahkan dapat menimbulkan kesalahpahaman.Etika dalam komunikasi dakwah seperti hikmah, santun, dan jujur merupakan kunci untuk mencapai efektivitas dakwah.Tantangan komunikasi dakwah di era modern, seperti media sosial dan pluralisme masyarakat, harus dihadapi dengan bijak agar dakwah Islam tetap relevan dan diterima di tengah-tengah masyarakat yang beragam.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana strategi komunikasi dakwah yang efektif berdasarkan karakteristik generasi muda saat ini, khususnya dalam penggunaan platform digital seperti TikTok dan Instagram, agar pesan keagamaan tidak hanya sampai tetapi juga benar-benar dipahami dan dihayati. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pendekatan komunikasi dakwah yang inklusif dapat dikembangkan di masyarakat multikultural, sehingga mampu membangun dialog antarumat beragama tanpa mengorbankan prinsip ajaran Islam. Ketiga, perlu dieksplorasi model pelatihan bagi dai modern yang menggabungkan kompetensi keagamaan, keterampilan komunikasi interpersonal, serta literasi media digital, guna memastikan dakwah yang disampaikan tidak hanya tepat secara teologis tetapi juga relevan secara sosial dan kontekstual. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan dalam tulisan ini dengan memberikan arah praktis yang berbasis bukti, sekaligus menjawab tantangan dakwah di tengah perubahan sosial dan teknologi yang sangat cepat. Pengembangan model komunikasi berbasis data dan konteks lokal juga penting untuk memastikan keberlanjutan dakwah yang damai dan edukatif di masa depan.

Read online
File size482.3 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test