JURKEP POLTEKKESACEHJURKEP POLTEKKESACEH

Journal KeperawatanJournal Keperawatan

Latar belakang: Deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak berperan krusial dalam memastikan kesiapan anak memasuki pendidikan formal serta mencegah keterlambatan pemberian intervensi pada masa emas perkembangan. Realitas di wilayah transisi perkotaan–pedesaan menunjukkan bahwa pelaksanaannya belum optimal akibat rendahnya partisipasi orang tua, keterbatasan kompetensi guru, serta minimnya ketersediaan instrumen standar yang teruji. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan skrining pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di TK Bungong Jaroe, Aceh Besar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan efektivitas skrining tersebut. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian yaitu seluruh anak usia 4–6 tahun, guru, orang tua, dan pengelola PAUD di TK Bungong Jaroe. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, meliputi 20 anak, 20 orang tua, 6 guru, dan 3 pengelola PAUD, dengan kriteria inklusi: anak usia 4–6 tahun terdaftar di TK Bungong Jaroe, guru mengajar minimal 1 tahun, orang tua bersedia diwawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Instrumen skrining yang digunakan meliputi Kartu Kembang Anak (KKA) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), yang sebelumnya telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Pelaksanaan skrining pertumbuhan dan perkembangan di TK Bungong Jaroe belum optimal, tercermin dari partisipasi orang tua yang rendah yaitu hanya 50%, minimnya pelatihan guru, serta keterbatasan penggunaan instrumen standar. Status gizi anak mengindikasikan beban gizi ganda, dengan 10% gizi kurang dan 35% berisiko gizi lebih. Faktor yang berkaitan dengan efektivitas skrining antara lain kompetensi guru, kesadaran orang tua, ketersediaan instrumen dan dukungan kelembagaan. Kesimpulan: Deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak di TK Bungong Jaroe masih terbatas. Penguatan kapasitas guru, peningkatan partisipasi orang tua, dan pengembangan sistem pemantauan terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas skrining.

Deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak di TK Bungong Jaroe masih terbatas.Penguatan kapasitas guru, peningkatan partisipasi orang tua, dan pengembangan sistem pemantauan terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas skrining.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengembangkan model intervensi yang terintegrasi antara PAUD dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini tumbuh kembang anak. Model ini dapat mencakup pelatihan guru PAUD, edukasi orang tua, dan penggunaan instrumen standar secara rutin. 2. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari deteksi dini terhadap perkembangan anak, terutama dalam hal kecerdasan, kemampuan bahasa, dan kesehatan fisik. 3. Menganalisis faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya lokal yang memengaruhi partisipasi orang tua dan keberhasilan program deteksi dini, serta mengembangkan strategi intervensi yang sesuai dengan konteks lokal.

  1. Early Detection of Growth and Development of Preschool Children in Transition Areas | Journal Keperawatan.... jourkep.jurkep-poltekkesaceh.ac.id/index.php/jourkep/article/view/150Early Detection of Growth and Development of Preschool Children in Transition Areas Journal Keperawatan jourkep jurkep poltekkesaceh ac index php jourkep article view 150
  2. Assessment of Childhood Stunting Prevalence over Time and Risk Factors of Stunting in the Healthy Village... mdpi.com/2227-9067/11/6/650Assessment of Childhood Stunting Prevalence over Time and Risk Factors of Stunting in the Healthy Village mdpi 2227 9067 11 6 650
Read online
File size378.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test