UMGUMG

Journal Islamic Studies of MuhammadiyahJournal Islamic Studies of Muhammadiyah

Penelitian ini mengkaji konsepsi transformatif keimanan dalam gerakan Muhammadiyah, menyoroti hubungan integral antara keyakinan yang kuat kepada Tuhan dan tindakan kemanusiaan yang proaktif. Penelitian ini menyelidiki bagaimana keimanan bukan sekadar ritual pribadi, melainkan energi moral yang memotivasi individu untuk terlibat dalam upaya kemanusiaan tanpa mengejar imbalan duniawi. Hasil penelitian mengungkapkan korelasi yang signifikan antara keyakinan dan partisipasi aktif dalam inisiatif keadilan sosial, yang memposisikan keimanan sebagai katalisator perubahan masyarakat. Keimanan dalam perspektif Muhammadiyah dipahami secara transformatif, tidak terbatas pada ritual vertikal, tetapi menjadi energi moral bagi tindakan sosial. Temuan juga menegaskan pola integrasi vertikal-horizontal, di mana ketaatan ritual berfungsi sebagai kontrol moral, sedangkan pelayanan sosial menjadi indikator empiris kualitas keimanan.

Pergeseran Paradigma Pendidikan Agama Penerapan Islam sebagai jalan hidup di PAUD telah mengubah paradigma pendidikan agama dari sekadar transfer pengetahuan kognitif (hafalan doa/surah) menjadi pembentukan budaya perilaku (culture of behavior).Integrasi Kurikulum dan Rutinitas Internalisasi nilai dilakukan melalui strategi kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) dan pembiasaan (habituation).Sentralitas Peran Guru (Uswah Hasanah) Keberhasilan penanaman Islam sebagai jalan hidup sangat bergantung pada peran guru sebagai kurikulum hidup.Metode keteladanan (uswah hasanah) terbukti lebih efektif daripada metode ceramah pada anak usia dini.Dampak pada Karakter Anak Pendekatan ini berhasil menumbuhkan benih kesadaran spiritual (spiritual awareness) pada anak.Indikator keberhasilan terlihat ketika anak mampu melakukan perilaku positif (seperti jujur, sabar, dan menyayang teman) yang didorong oleh kesadaran internal (muraqabah/merasa diawasi Allah), bukan karena paksaan atau takut hukuman.

Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang bagaimana konsepsi keimanan yang transformatif dalam gerakan Muhammadiyah dapat diterapkan di masyarakat luas, terutama dalam konteks pembangunan sosial yang adil dan berkelanjutan. 2. Meneliti lebih lanjut tentang pola integrasi vertikal-horizontal dalam gerakan Muhammadiyah dan bagaimana hal ini dapat menjadi model bagi organisasi keagamaan lainnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan aksi sosial. 3. Mengkaji dampak praktis dari praktik kemanusiaan yang non-diskriminatif dalam gerakan Muhammadiyah terhadap kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan di masyarakat yang lebih luas.

  1. ISLAM DI TENGAH PLURALITAS DAN KEMANUSIAAN DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS DAN TOLERANSI | PEDAGOGIKA: Jurnal... doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page93-108ISLAM DI TENGAH PLURALITAS DAN KEMANUSIAAN DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS DAN TOLERANSI PEDAGOGIKA Jurnal doi 10 30598 pedagogikavol8issue1page93 108
  2. Aqidah dan Etika: Membangun Moralitas di Tengah Perubahan Sosial | Reflection : Islamic Education Journal.... ejournal.aripafi.or.id/index.php/Reflection/article/view/374Aqidah dan Etika Membangun Moralitas di Tengah Perubahan Sosial Reflection Islamic Education Journal ejournal aripafi index php Reflection article view 374
  3. Sumbangan Konsep Otentisitas Martin Heidegger bagi Praksis Dialog Interreligius: Upaya Mendukung Moderasi... doi.org/10.37329/kamaya.v6i4.2777Sumbangan Konsep Otentisitas Martin Heidegger bagi Praksis Dialog Interreligius Upaya Mendukung Moderasi doi 10 37329 kamaya v6i4 2777
  4. Al-Islam dan Kemuhadiyahan (AIK) Pilar Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin (Studi Pada Perguruan Tinggi... e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/talim/article/view/1299Al Islam dan Kemuhadiyahan AIK Pilar Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin Studi Pada Perguruan Tinggi e jurnal unisda ac index php talim article view 1299
Read online
File size304.81 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test