JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui respon pertumbuhan dan hasil bawang merah Varietas Lembah Palu (Allium cepa L. Var. Aggregatum) melalui pemberian berbagai konsentrasi konsorsium mikrob risozfer R15. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan satu faktor dengan dasar pengelompokan berdasarkan tinggi petakan lahan. Adapun perlakuan yang dicobakan sebagai berikut : R0 = Kontrol (Tanpa pemberian mikrob), R1 = 10 ml / Tanaman, R2 = 15 ml / Tanaman, R3 = 20 ml / Tanaman, R4 = 25 ml / Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan berbagai konsentrasi mikrob rizosfer R15 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah Varietas Lembah Palu dan Perlakuan mikrob rizosfer R15 dengan konsentrasi 20 ml/liter air memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman 42 HST (16.98 cm), jumlah daun 42 HST (24.65 helai), jumlah anakan 42 HST (8.58 anakan), bobot umbi per rumpun (11.85 g/rumpun) dan bobot umbi per hektar (3.63 ton/ha).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi mikrob rizosfer R15 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah Varietas Lembah Palu.Konsentrasi mikrob rizosfer R15 sebesar 20 ml/liter air memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi per rumpun, dan bobot umbi per hektar.Oleh karena itu, konsorsium mikrob rizosfer R15 berpotensi sebagai alternatif pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di Lembah Palu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis-jenis mikrob spesifik dalam konsorsium R15 yang paling berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah, sehingga dapat dilakukan isolasi dan aplikasi mikrob unggul secara spesifik. Kedua, penelitian perlu diperluas dengan menguji efektivitas konsorsium R15 pada berbagai jenis tanah dan kondisi iklim yang berbeda di Sulawesi Tengah, untuk mengetahui adaptasi dan potensi aplikasinya secara luas. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai mekanisme interaksi antara mikrob R15 dengan tanaman bawang merah, termasuk pengaruhnya terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas enzim, dan ketahanan tanaman terhadap penyakit, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan membuka peluang pengembangan strategi pemupukan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di wilayah tersebut.

  1. EKSPLORASI KONSORSIUM MIKROB FILOSFER DAN RIZOSFER ASAL BERBAGAI EKOSISTEM DI KABUPATEN SIGI PROVINSI... doi.org/10.31970/agrotech.v8i1.12EKSPLORASI KONSORSIUM MIKROB FILOSFER DAN RIZOSFER ASAL BERBAGAI EKOSISTEM DI KABUPATEN SIGI PROVINSI doi 10 31970 agrotech v8i1 12
Read online
File size290.91 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test