ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

OrnamenOrnamen

Tari salipuk merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Nganjuk. Karya ini mengangkat tema “Tari salipuk dalam penciptaan motif batik pada busana ready to wear. Pada karya ini penulis juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa tari salipuk ini merupakan tarian khas Kabupaten Nganjuk yang memiliki ciri khas lucu, ceria dan romantis. Keunikan tersebut menjadikan inspirasi untuk penciptaan karya. Penciptaan karya batik tulis ini menggunakan metode penciptaan seni berupa eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan mateialisasi. Hasil yang didapatkan adalah lima motif batik dengan sumber ide tari salipuk yang diaplikasikan untuk lima busana ready to wear. Lima karya busana tersebut berjudul “Sideen, “Ghideen, “Lancaran Sukarena, Kebyok kebyok, dan “Lilingan. Lima karya motif berjudul “Kembang Telu, “Keket, “Lumaksana, “Pengibing, dan “Ledhek. Pada saat terciptanya karya busana dengan motif “Tari salipuk kedepannya bisa dikenal oleh luas dan mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya tradisional.

Ide untuk karya ini berasal dari minat terhadap tari salipuk dari Nganjuk, sebuah tarian yang kaya akan gerakan dan makna simboliknya.Proses menciptakan motif batik yang terinspirasi dari tari salipuk dilakukan dengan mengaplikasikannya pada busana siap pakai.Teknik yang digunakan adalah teknik stilasi untuk memvisualisasikan motif tersebut.Pada saat merancang busana siap pakai, penulis mengambil inspirasi dari berbagai referensi busana yang tersedia, yang kemudian dikembangkan menjadi desain yang mempertimbangkan aspek-aspek seperti estetika, fungsi, dan konteks budaya.Pembuatan karya ini melalui beberapa tahapan seperti eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan materialisasi, yang membantu penulis dalam mewujudkan ide menjadi karya nyata.Hasilnya adalah lima motif batik yang diilhami oleh tari salipuk, diaplikasikan pada lima busana siap pakai yang diberi nama “Sideen, “Ghideen, “Lancaran Sukarena, “Kebyok kebyok, dan “Lilingan.Lima motif batik tersebut bernama “Kembang Telu, “Keket, “Lumaksana, “Pengibing, dan “Ledhek.Pada karya ini, diharapkan tari salipuk sebagai sumber inspirasi menjadi lebih dikenal di kalangan masyarakat luas, serta mengundang masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai dan bangga terhadap seni tradisional ini.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada eksplorasi lebih mendalam mengenai filosofi dan makna simbolis dari gerakan-gerakan tari salipuk, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam desain batik yang lebih kompleks dan inovatif. Kedua, penelitian dapat mengkaji potensi penggunaan material-material lokal Nganjuk, seperti serat alami atau pewarna tradisional, dalam proses pembuatan batik untuk meningkatkan nilai ekonomis dan keberlanjutan produk. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana busana ready to wear dengan motif tari salipuk dapat dipasarkan secara efektif kepada target pasar yang lebih luas, baik melalui platform online maupun kerjasama dengan desainer atau merek fashion ternama, sehingga dapat meningkatkan visibilitas dan apresiasi terhadap budaya Nganjuk.

Read online
File size852.08 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test