UNMUHUNMUH

The Indonesian Journal of Health ScienceThe Indonesian Journal of Health Science

Dismenore pada santri merupakan keluhan yang sering muncul di lingkungan Pondok Pesantren, sebagian santri putri ketika menstruasi mengeluh nyeri dan merasa kurang nyaman di daerah perut bagian bawah. Terapi nonfarmakologi menjadi salah satu alternatif dalam meredakan nyeri, khususnya di lingkungan santri pondok pesantren. Terapi nonfarmakologi yang dilakukan santri untuk tetap bugar saat mengalami nyeri dismenore adalah exercise. Massase olahraga adalah salah satu exercise yang dianjurkan untuk menurunkan skala nyeri dismenore. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pesantren Al-Qodiri. Desain penelitian ini adalah pre experimental. Populasi penelitian adalah santri putri wilayah Asyaha PP Al-Qodiri sebanyak 35 santri, metode pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 20 responden. Uji analisis data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan sebelum diberikan massase olahraga nilai rata-rata skala nyeri adalah 3,40 dan setelah diberikan massase olahraga nilai rata-rata adalah 2,25. Nilai p value 0,0005 < α 0,05 yang artinya terdapat penurunan nyeri dismenore setelah diberikan perlakuan massase olahraga. Simpulan: Ada pengaruh massase olahraga terhadap nyeri dismenore santri putri Pesantren Al-Qodiri. Disarankan agar santri dapat menerapkan massase olahraga ketika mengalami nyeri dismenore agar tetap dapat beraktivitas dengan baik.

Terdapat pengaruh massase olahraga metode effleurage terhadap nyeri dismenore santri putri Pesantren Al-Qodiri Jember.Massase olahraga terbukti menurunkan skala nyeri dari kategori sedang dan berat menjadi ringan dan sedang.Penelitian ini mendukung penerapan terapi nonfarmakologi sebagai upaya mandiri dalam mengelola nyeri dismenore di lingkungan pondok pesantren.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang membandingkan efektivitas massase olahraga dengan terapi nonfarmakologi lain seperti kompres hangat atau yoga secara langsung pada santri putri untuk mengetahui intervensi mana yang paling efektif dalam mengurangi nyeri dismenore. Kedua, sebaiknya dilakukan studi longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang dari pelatihan rutin massase olahraga terhadap kualitas hidup dan produktivitas santri selama masa menstruasi. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam bagaimana faktor psikologis dan sosial budaya di lingkungan pesantren memengaruhi persepsi dan pengelolaan nyeri dismenore, sehingga dapat dirancang intervensi berbasis komunitas yang lebih holistik dan berkelanjutan. Ketiga saran ini dapat membantu menyusun program kesehatan reproduksi remaja perempuan yang lebih komprehensif di lingkungan pendidikan keagamaan.

Read online
File size254.02 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test