FIKES UMWFIKES UMW

Miracle Journal of Public HealthMiracle Journal of Public Health

Gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan pada balita. Di Puskesmas Nambo kasus gizi kurang pada tahun 2017 sebanyak 97 kasus (10,1%) dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 170 kasus yang tersebar di lima Kelurahan. Kasus terbanyak terdapat pada Kelurahan Petoaha dengan jumlah 50 kasus (30,1%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh, pengetahuan ibu, riwayat ASI Ekslusif dengan kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan yang berada di Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo sebanyak 166 balita dengan jumlah sampel 62 responden dengan teknik simpel random sampling. Analisis dengan menggunakan uji chi-Square. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian gizi kurang pada balita, ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita dan ada hubungan riwayat ASI Ekslusif dengan kejadian gizi kurang pada balita.

Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pola asuh ibu, pengetahuan ibu, dan riwayat ASI Eksklusif dengan kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo.Penelitian ini dapat dijadikan informasi tambahan tentang penyebab kejadian gizi kurang pada balita, serta diharapkan untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti risiko lainnya yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang secara spesifik berkontribusi terhadap kejadian gizi kurang pada balita di wilayah pesisir, termasuk dampak dari aksesibilitas pangan dan pendapatan keluarga. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas intervensi gizi berbasis masyarakat yang melibatkan pemberdayaan ibu dan keluarga dalam meningkatkan praktik pemberian makan yang benar dan pemantauan pertumbuhan balita secara berkala. Ketiga, penting untuk dilakukan studi longitudinal untuk memahami hubungan sebab-akibat antara pola asuh, pengetahuan ibu, riwayat ASI eksklusif, dan status gizi balita dalam jangka waktu yang lebih panjang, serta mengidentifikasi titik kritis intervensi yang paling efektif untuk mencegah kejadian gizi kurang.

Read online
File size205.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test