ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya RupaBrikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa

Topeng Lembu Suro dalam tradisi Topeng Malangan merupakan warisan budaya yang mengandung simbolisme kompleks dan narasi mitologis mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna budaya yang terkandung dalam elemen visual topeng melalui pendekatan semiotika visual Roland Barthes. Analisis dilakukan pada aspek denotasi dan konotasi elemen seperti warna, bentuk, motif, dan ekspresi, serta dikaitkan dengan mitos Lembu Suro dalam tradisi lokal masyarakat Malang. Data diperoleh melalui observasi artefak topeng, dokumentasi seni pertunjukan, serta wawancara dengan seniman tradisional. Hasil analisis menunjukkan bahwa warna merah dan hitam pada topeng melambangkan kekuatan, perlindungan, dan keberanian. Bentuk wajah yang tegas dengan tanduk menyerupai lembu mencerminkan karakter kepemimpinan, keberanian, dan spiritualitas. Ornamen visual yang menghiasi topeng memperkuat fungsi sakralnya dalam ritual, sekaligus menjadi penghubung narasi lokal tentang mitos Lembu Suro yang menekankan nilai kesetiaan, pengorbanan, dan harmoni kosmis. Penelitian ini menegaskan bahwa Topeng Lembu Suro tidak hanya menjadi media ekspresi estetis, tetapi juga berfungsi sebagai simbol identitas budaya dan spiritualitas masyarakat Malang. Kajian ini berkontribusi pada pelestarian seni kriya tradisional serta pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya semiotika visual dalam merepresentasikan nilai-nilai lokal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Topeng Malangan Lembu Suro merupakan artefak budaya yang kaya akan makna simbolik, di mana elemen-elemen visualnya berfungsi sebagai sistem tanda yang kompleks.Melalui analisis semiotika visual Roland Barthes, terungkap bahwa topeng ini tidak hanya memiliki makna denotatif, tetapi juga konotatif yang mendalam, membentuk mitos budaya masyarakat Malang.Topeng ini berfungsi sebagai media komunikasi budaya yang efektif, menyampaikan nilai-nilai seperti keberanian, kekuasaan, dan kekayaan budaya, serta memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat Malang.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam bagaimana interpretasi makna Topeng Lembu Suro bervariasi di antara generasi yang berbeda, terutama di kalangan generasi muda yang mungkin memiliki pemahaman yang berbeda tentang tradisi dan simbolisme. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan Topeng Lembu Suro dengan topeng-topeng lain dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam simbolisme dan fungsi budaya. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan strategi pelestarian yang efektif untuk Topeng Malangan, termasuk pemberdayaan seniman lokal, peningkatan kesadaran masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan dan mempromosikan warisan budaya ini. Upaya-upaya ini penting untuk memastikan bahwa Topeng Malangan Lembu Suro tidak hanya bertahan sebagai artefak sejarah, tetapi juga terus hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang dalam memahami dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.

  1. Makna Simbolis Topeng Malangan Lembu Suro Dalam Perspektif Semiotika Visual | Brikolase : Jurnal Kajian... doi.org/10.33153/brikolase.v16i2.6603Makna Simbolis Topeng Malangan Lembu Suro Dalam Perspektif Semiotika Visual Brikolase Jurnal Kajian doi 10 33153 brikolase v16i2 6603
  2. Rancang Bangun Aplikasi E-Culture Topeng Cirebon Dengan Augmented Reality Berbasis Android | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.46772/intech.v1i01.39Rancang Bangun Aplikasi E Culture Topeng Cirebon Dengan Augmented Reality Berbasis Android Jurnal Ilmiah doi 10 46772 intech v1i01 39
Read online
File size1016.78 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test