LMULMU

SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik MesinSJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin

Konsep awal proyek Easy-Fly adalah menciptakan pesawat STOL (Short Takeoff and Landing) yang sangat ringan dengan drag dan kecepatan minimal. Untuk mendukung tujuan ini, CFD (Computational Fluid Dynamics) atau komputasi dinamika fluida diaplikasikan dengan memvariasikan konfigurasi flap dan slat beralur tunggal serta sudut serang pada airfoil NACA 2412. Model viscous yang digunakan dalam kasus ini adalah Spalart-Allmaras. Variasi sudut serang (α) dimodifikasi pada rentang 0°−20°. Untuk model flap, sudut defleksi disesuaikan menjadi 30° dan 40°, dan slat ditambahkan ke konfigurasinya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa defleksi flap 30° dan 40° menghasilkan nilai CL yang lebih tinggi pada sudut serang 0°. Penggunaan desain flap dan slat pada airfoil NACA 2412 secara efektif menunda pemisahan aliran udara hingga mencapai sudut serang maksimum 24°. Selain desain sistem high-lift pada airfoil NACA 2412, perubahan pada camber dan penyesuaian garis chord efektif menghasilkan peningkatan yang signifikan pada koefisien lift (CL), koefisien drag (CD), dan sudut stall. Akhirnya, defleksi flap 30° lebih efisien daripada defleksi 40° dalam kondisi lepas landas. Rata-rata persentase kenaikan CL/CD dari flap 30° ke 40° adalah 17,61%.

Setiap peningkatan sudut defleksi flap meningkatkan koefisien lift hingga mencapai nilai maksimum pada defleksi 40°, setelah itu nilai lift menurun.Penambahan slat efektif menunda pemisahan aliran udara dan meningkatkan sudut stall hingga 24°, meskipun pada sudut serang rendah slat justru menambah drag tanpa peningkatan lift yang signifikan.Konfigurasi flap dan slat mengubah camber dan chord efektif, sehingga meningkatkan performa aerodinamis, di mana defleksi flap 30° terbukti lebih efisien daripada 40° dalam kondisi lepas landas karena rasio CL/CD yang lebih baik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian simulasi CFD terhadap kombinasi sudut defleksi flap dan panjang slat yang bervariasi untuk menemukan titik optimal yang memberikan rasio CL/CD tertinggi pada kecepatan rendah, karena penelitian ini hanya menguji dua sudut flap tanpa variasi dimensi slat. Kedua, perlu dievaluasi pengaruh variasi jumlah dan posisi slot pada slat terhadap stabilitas aliran dan penundaan stall, mengingat bahwa desain slat beralur tunggal mungkin belum memaksimalkan kontrol lapisan batas. Ketiga, perlu dikaji performa aerodinamis airfoil NACA 2412 dengan sistem flap dan slat pada kondisi aliran turbulen dengan intensitas gangguan yang berbeda, untuk menilai ketahanan desain terhadap gangguan atmosferik dalam skenario penerbangan nyata, karena simulasi saat ini menggunakan kondisi aliran ideal dan stabil. Ketiga ide penelitian ini dapat membawa desain sistem high-lift menjadi lebih efisien dan adaptif bagi pesawat STOL ringan.

  1. "Comparative Study on the Prediction of Aerodynamic Characteristics of Mini - UAV with Turbulence... doi.org/10.15394/ijaaa.2021.1559Comparative Study on the Prediction of Aerodynamic Characteristics of Mini UAV with Turbulence doi 10 15394 ijaaa 2021 1559
  2. Computational Aerodynamic Analysis of UiTM's Hawkeye UAV Aircraft|Airiti Library 華藝線上圖書館.... doi.org/10.6125/JoAAA.202106_53(2).23Computational Aerodynamic Analysis of UiTMs Hawkeye UAV AircraftuAiriti Library ayoOunu doi 10 6125 JoAAA 202106 53 2 23
  3. - A3085109119: International Journal Of Engineering And Advanced Technology (IJEAT). a3085109119 journal... ijeat.org/portfolio-item/A3085109119A3085109119 International Journal Of Engineering And Advanced Technology IJEAT a3085109119 journal ijeat portfolio item A3085109119
Read online
File size651.94 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test