IPBIPB

Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur Indonesia

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembenihan ikan lele adalah siklus reproduksi tidak terjadi sepanjang tahun sehingga ketersediaan induk jantan dengan gonad matang menjadi langka. Kriopreservasi merupakan salah satu metode penyimpanan spermatozoa dengan bantuan bahan pengencer dan krioprotektan dalam kondisi beku untuk mempertahankan kualitas spermatozoa. Kriopreservasi memiliki dampak negatif akibat adanya pengaruh reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan antioksidan berupa vitamin C dan krioprotektan seperti vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penambahan vitamin E dan vitamin C pada sperma ikan lele (Clarias gariepinus) terhadap kualitas sperma Pascakriopreservasi. Ikan uji adalah ikan lele yang telah memiliki gonad matang dan disuntik hormon ovaprim untuk persetujuan akhir. Penelitian ini terdiri dari delapan perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu kontrol (sperma segar), DMSO 10%, DC1 (dosis vitamin C 1 mg/mL), DC2 (dosis vitamin C 2,5 mg/mL), dan DC3 (dosis vitamin C 4 mg/mL), DMSO 10%, DE 1 (vitamin E 2 mg/mL), DE2 (vitamin E 4 mg/mL), DE3 (vitamin E 6 mg/mL). Parameter yang diamati meliputi motilitas sperma, viabilitas sperma, derajat fertilisasi sel telur dan derajat penetasan sel telur. Kriopreservasi sperma dilakukan selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas, viabilitas dan derajat fertilisasi sel telur pada perlakuan vitamin C dan vitamin E lebih rendah (P<0,05) dibandingkan kontrol dan DMSO 10% sebagai kontrol dasar.

Penambahan vitamin C dan vitamin E pada dosis yang berbeda ke dalam larutan krioprotektan tidak memberikan efek positif dalam meningkatkan motilitas, viabilitas, dan tingkat fertilisasi telur ikan lele setelah kriopreservasi selama satu jam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan vitamin C dan E sebagai antioksidan dalam kriopreservasi sperma ikan lele memerlukan optimasi lebih lanjut, termasuk penyesuaian dosis dan protokol aplikasi untuk mencapai hasil yang optimal.Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi kombinasi antioksidan yang lebih efektif dan strategi perlindungan terhadap kerusakan akibat pembentukan kristal es dan kejutan osmotik selama proses kriopreservasi.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas kombinasi vitamin C dan E dengan antioksidan lain, seperti selenium atau glutathione, untuk melihat apakah kombinasi tersebut memberikan efek sinergis dalam melindungi sperma dari kerusakan oksidatif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penentuan dosis optimal vitamin C dan E yang tidak hanya mempertimbangkan efek perlindungan terhadap ROS, tetapi juga menghindari efek toksik yang dapat menurunkan kualitas sperma. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai jenis diluen dan rasio pencampuran yang berbeda terhadap kualitas sperma setelah kriopreservasi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pH, tekanan osmotik, dan komposisi ionik yang optimal untuk menjaga integritas membran sel sperma.

  1. The effectiveness on addition of vitamins as an antioxidant in sperm cryopreservation of catfish Clarias... journal.ipb.ac.id/jai/article/view/63053The effectiveness on addition of vitamins as an antioxidant in sperm cryopreservation of catfish Clarias journal ipb ac jai article view 63053
Read online
File size498.22 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test