PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Pemberantasan buta aksara merupakan salah satu program pendidikan non-formal yang menjadi upaya pemerintah untuk mengentaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan. Buta aksara adalah ketidakmampuan seseorang untuk membaca dan menulis. Hal ini menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat Kota Langsa. Adapun beberapa faktor penyebab buta aksara dapat diidentifikasi dari kemiskinan penduduk, putus sekolah dasar (SD), dan kondisi lingkungan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode/teknik pelatihan membaca yang efektif untuk pengentasan buta aksara di wilayah kota langsa. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Langsa yang mengalami buta aksara. Potensi yang dimiliki adalah memberikan pengetahuan kepada warga yang mengalami buta aksara tentang pentingnya pendidikan. Kemudian, mengurangi jumlah warga yang mengalami buta aksara di wilayah Kota Langsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ceramah, tanya-jawab, dan latihan mandiri. Hasil penelitian ini ditemukan informasi tentang pemahaman masyarakat Kota Langsa terhadap teknik, cara, dan metode-metode yang bermanfaat dalam membaca.

Kegiatan pelatihan membaca bagi masyarakat yang mengalami buta aksara wajib dilaksanakan secara rutin agar mampu mengakses informasi dalam bentuk tulisan.Kegiatan membaca dan menulis yang bersifat fleksibel dalam pelaksanaannya berpeluang untuk membelajarkan masyarakat penyandang buta aksara.Secara umum, tujuan program Pengentasan Buta Aksara telah sesuai dengan keinginan masyarakat untuk memperoleh kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta keterampilan fungsional yang sesuai dengan potensi wilayah.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi yang secara spesifik berkontribusi terhadap tingkat buta aksara di Kota Langsa, termasuk menganalisis dampak kemiskinan dan tingkat pendidikan orang tua terhadap partisipasi anak dalam pendidikan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi model pelatihan membaca yang lebih inovatif dan kontekstual, dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan belajar masyarakat Kota Langsa, misalnya dengan memanfaatkan teknologi atau pendekatan pembelajaran berbasis komunitas. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas berbagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung program pengentasan buta aksara, seperti melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan, serta membangun kemitraan dengan sektor swasta untuk menyediakan sumber daya dan dukungan finansial yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan literasi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Langsa.

Read online
File size349.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test