UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memvalidasi instrumen delapan butir Body Shape Questionnaire (BSQ-8C) dalam bahasa Indonesia menggunakan pendekatan Rasch model dan mixture Rasch model dengan 408 responden. Analisis menunjukkan bahwa instrumen ini bersifat unidimensional (eigenvalue 12,5; 60,9%), dengan reliabilitas tinggi (reliabilitas person 0,85; reliabilitas item 0,99). Skala penilaian berfungsi dengan baik, dengan Andrich threshold yang meningkat secara teratur (-1,21 hingga 1,47). Analisis kecocokan item menunjukkan nilai measure -0,63 hingga 0,73 dan PT-Measure Corr 0,68 hingga 0,77. Wright map menunjukkan distribusi kemampuan responden yang memadai, sementara analisis differential item functioning tidak menunjukkan bias signifikan berdasarkan jenis kelamin. Hasil mixture Rasch model mengidentifikasi dua kelas laten, yang mencerminkan pola respons yang beragam, dan mendukung model dua kelas sebagai yang terbaik, berdasarkan penurunan nilai AIC, BIC, dan CAIC. Secara keseluruhan, BSQ-8C versi Indonesia menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik dalam mengukur persepsi bentuk tubuh di antara populasi Indonesia. Hasil analisis Rasch model menunjukkan bahwa implikasi skala instrumen ini cenderung mengukur responden dengan tingkat persetujuan sedang, yang menunjukkan bahwa diperlukan perbaikan pada item-item tertentu.

Evaluasi terhadap versi Indonesia dari BSQ-8C mengungkapkan bahwa instrumen ini memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai dalam mengukur kepuasan terhadap bentuk tubuh pada dewasa muda.Meskipun menunjukkan reliabilitas yang baik, terdapat keterbatasan seperti nilai separasi person yang relatif rendah dan distribusi item yang belum menjangkau individu dengan tingkat kepuasan tubuh yang ekstrem.Analisis model Rasch campuran mengidentifikasi adanya dua kelas respons, yang mengindikasikan heterogenitas dalam respons responden.Oleh karena itu, perbaikan seperti revisi item dan penambahan item baru, serta analisis lanjutan seperti CFA, diperlukan untuk mengoptimalkan instrumen ini dan memastikan relevansinya dalam penelitian dan aplikasi klinis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengukuran persepsi tubuh di Indonesia. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan sampel yang lebih beragam, termasuk variasi usia, jenis kelamin, latar belakang budaya, dan tingkat pendidikan, untuk menguji generalisasi hasil penelitian dan mengidentifikasi potensi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tubuh. Kedua, pengembangan item-item baru yang lebih sensitif terhadap nuansa emosional dan budaya terkait persepsi tubuh, khususnya pada individu dengan tingkat kepuasan tubuh yang ekstrem, dapat meningkatkan akurasi pengukuran. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif individu terkait persepsi tubuh, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual.

  1. Evidence‐Based Survey Design: The Use of a Midpoint on the Likert Scale - Chyung - 2017 - Performance... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/pfi.21727EvidenceyAAAaBased Survey Design The Use of a Midpoint on the Likert Scale Chyung 2017 Performance onlinelibrary wiley doi 10 1002 pfi 21727
  2. DOI Name 10.1002 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1002DOI Name 10 1002 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1002
  3. DOI Name 10.1080 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1080DOI Name 10 1080 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1080
Read online
File size329.69 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test