UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Daya tarik atau keatraktifan adalah atribut yang sangat dihargai pada pasangan, terutama dalam hubungan jangka pendek. Penelitian ini menguji apakah ada perbedaan signifikan di antara subjek eksperimen dalam penilaian mereka terhadap wanita yang memakai lipstik merah sebagai menarik. Hal ini dieksplorasi melalui lensa Madonna-whore complex, yang dinilai berdasarkan warna lipstik, dengan merah muda berspekulasi untuk mewakili Madonna dan merah mewakili whore, berdasarkan konsep Freudian. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental untuk pengujian hipotesis. Subjek terdiri dari 61 mahasiswa pria. Subjek disajikan dengan rangsangan visual yang menampilkan dua foto wanita yang dihasilkan AI, dibedakan oleh dua warna lipstik: merah atau merah muda. Instrumen divalidasi menggunakan teori yang relevan dan answer distribution test. Pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan Wilcoxon signed-rank test mengungkapkan perbedaan yang signifikan di antara subjek eksperimen dalam menilai wanita yang memakai lipstik merah sebagai menarik (Mdn = 4, IQR = 3, p = .001, r = .22). Temuan penting ini memberikan kontribusi penting dengan menyoroti relevansi kerangka Madonna-whore complex dalam konteks budaya Indonesia, membuka peluang untuk mengeksplorasi variabel baru dan menekankan pentingnya mempertimbangkan norma budaya dan gender dalam persepsi daya tarik.

Hasil analisis statistik yang diperoleh dari penelitian ini mendukung secara signifikan hipotesis alternatif, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam penilaian daya tarik visual terhadap wanita yang menggunakan lipstik merah (Mdn = 4, IQR = 3, p = 0.22) dibandingkan dengan mereka yang menggunakan lipstik merah muda.Temuan ini mendukung konsistensi kecenderungan preferensi lipstik merah di antara mahasiswa pria dalam sampel ini.Temuan ini memiliki implikasi metodologis yang menarik dan menantang asumsi umum mengenai pengaruh warna terhadap persepsi keindahan atau daya tarik visual, membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimental yang lebih kompleks.

Penelitian ini menyoroti relevansi kerangka Madonna-whore complex dalam konteks budaya Indonesia, membuka peluang untuk mengeksplorasi variabel baru dan menekankan pentingnya mempertimbangkan norma budaya dan gender dalam persepsi daya tarik. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor non-fisik dan lintas budaya yang mempengaruhi daya tarik visual. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk studi psikologi sosial yang lebih mendalam atau diterapkan dalam mengembangkan strategi pemasaran produk kecantikan. Dalam hal produk kecantikan, de Nadai (2015) membahas lipstick effect, yang menjelaskan peningkatan pembelian kosmetik, termasuk lipstik merah, selama penurunan ekonomi. Efek ini dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mencapai kebahagiaan pribadi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan skema eksperimen yang sebenarnya, yang memungkinkan data yang diperoleh menggambarkan konstruk yang diukur dengan lebih akurat. Penggunaan eksperimen yang sebenarnya dapat diterapkan dengan melibatkan manusia (bukan AI), dengan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan menggunakan mereka sebagai rangsangan eksperimen, sehingga hasil penelitian lebih valid.

  1. The dark triad: Facilitating a short‐term mating strategy in men - Peter K. Jonason, Norman P. Li,... journals.sagepub.com/doi/10.1002/per.698The dark triad Facilitating a shortAaterm mating strategy in men Peter K Jonason Norman P Li journals sagepub doi 10 1002 per 698
Read online
File size458.78 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test