UMRAHUMRAH

Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek Akuakultur

Ikan mas (Cyprinus carpio) telah menjadi pilihan komoditas budidaya perikanan yang cukup popular dalam budidaya ikan air tawar. Salah satu kendala dalam kegiatan produksi benih adalah keterbatasan dalam menghasilkan benih berkualitas akibat derajat pembuahan telur dan penetasan telur yang rendah, diikuti dengan persentase kelulushidupan yang juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan metode pemijahan yang berbeda yakni alami, semi buatan dan buatan terhadap produksi benih ikan mas. Metode penelitian meliputi persiapan air dan wadah, manajemen induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva 7 hari, pendederan hingga 30 hari, dan panen benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan bobot induk betina ikan mas terjadi setelah pemijahan dengan persentase 11,27% secara alami, 6,11% secara semi buatan, dan 5,7% secara buatan. Fekunditas dari induk yang dihasilan berbeda antara perlakuan yakni pemijahan secara alami 128.000 butir, semi buatan 68.034 butir dan secara buatan 24.537 butir. Derajat pembuahan telur ikan mas yang diperoleh dari induk hasil pemijahan alami adalah 72%, semi buatan 89% dan buatan adalah 81%. Derajat penetasan telur ikan mas yang diperoleh dari induk hasil pemijahan alami adalah 56%, semi buatan 79% dan buatan adalah 63%. Tingkat kelangsungan hidup larva adalah 90% dari induk pemijahan alami, 75% dari induk pemijahan semi buatan dan 70% dari induk pemijahan buatan. Kelangsungan hidup benih adalah 15% dari induk pemijahan alami, 12% dari induk pemijahan semi buatan dan 7% dari induk pemijahan buatan. Laju pertumbuhan bobot mutlak benih adalah 0.37 g dengan panjang 3,7 cm dari pemijahan alami, 0.43 g dengan panjang 3,1 cm dari induk pemijahan semi buatan dan 0.25 g dengan panjang 2,5 cm dari induk pemijahan buatan. Selama penelitian ditemukan kualitas air masih dalam kadar optimal pertumbuhan ikan mas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa metode pemijahan yang berbeda memberikan performa produksi benih yang dihasilkan berbeda.

Kesimpulan dari hasil studi komparasi antara metode pemijahan ikan mas secara alami, semi buatan dan buatan sebagai berikut.Metode pemijahan alami mampu menghasilkan fekunditas yang lebih tinggi sinergi dengan bobot induk dan persentase penurunan bobot tubuh.Telur yang dihasilkan memiliki derajat pembuahan dan penetasan yang lebih rendah, namun memiliki kelangsungan hidup larva yang lebih tinggi.Metode pemijahan semi buatan mampu menghasilkan derajat pembuahan dan penetasan telur yang lebih tinggi, pertumbuhan berat dan panjang yang lebih baik dan jumlah benih yang dihasilkan pada akhir penelitian lebih banyak.Tingkat kelangsungan hidup ikan lebih tinggi dibanding larva dari hasil pemijahan buatan.Metode pemijahan buatan memiliki fekunditas yang lebih rendah sesuai dengan umur dan bobot induk betina yang rendah.Derajat pembuahan dan penetasan telur dari pemijahan buatan lebih tinggi dibandingkan dengan pemijahan alami.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan dari metode pemijahan yang berbeda, seperti kualitas air, kondisi induk, dan teknik pemijahan. 2. Mengembangkan metode pemijahan buatan yang lebih efektif dan efisien, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti dosis hormon, teknik stripping, dan kondisi lingkungan. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari metode pemijahan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kesehatan benih ikan mas, serta mengidentifikasi strategi optimal untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas benih.

Read online
File size613.08 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test