UISUUISU

Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu Nafis

Tenggelam merupakan proses dimana seseorang mengalami gangguan pernafasan akibat perendaman dalam medium cair. Tenggelam berisiko menyebabkan kematian jika individu tersebut tidak diselamatkan atau tidak mampu mengatasi situasi tersebut. Faktor penyumbang terbanyak untuk morbiditas dan mortalitas akibat tenggelam adalah hipoksemia, asidosis serta efek multiorgan dari proses tersebut. Tatalaksana pasien tenggelam dilakukan dengan tim interprofessional yang meliputi dokter gawat darurat, ahli saraf, ahli anestesi, intensifivis, perawat dan layanan sistem gawatdarurat terpadu. Pasien tenggelam derajat 3 sampai 6 biasanya akan tiba dengan kebutuhan ventilasi mekanis. Positive end-expiratory pressure (PEEP) awal sebaiknya tingkat 5 cmH2O dan kemudian dititrasi dengan kenaikan 2 sampai 3 cmH2O jika diperlukan dan memungkinkan. Disfungsi jantung dengan curah jantung yang rendah dapat terjadi segera setelah kasus yang berat. Curah jantung yang rendah dikaitkan dengan tekanan oklusi kapiler paru yang tinggi (vasokonstriksi hipoksia), tekanan vena sentral yang tinggi, dan resistensi pembuluh darah paru yang dapat bertahan selama berhari-hari. Suhu inti dipertahankan pada rentang 32-34°C selama setidaknya 24 jam pasca henti jantung untuk meningkatkan hasil neurologis. Tidak ada cukup bukti untuk mendukung target tekanan parsial karbondioksida (PaCO2) atau saturasi oksigen tertentu, tetapi hipoksemia harus dihindari.

Faktor penyumbang terbanyak untuk morbiditas dan mortalitas akibat tenggelam adalah hipoksemia, asidosis serta efek multiorgan dari proses tersebut.Pasien tenggelam derajat 3 sampai 6 biasanya akan tiba dengan kebutuhan ventilasi mekanis.Disfungsi jantung dengan curah jantung yang rendah dapat terjadi segera setelah kasus yang berat.Curah jantung yang rendah dikaitkan dengan vasokonstriksi hipoksia.Suhu inti dipertahankan pada rentang 32-34°C selama setidaknya 24 jam pasca henti jantung untuk meningkatkan hasil neurologis.

Untuk meningkatkan hasil neurologis pada pasien tenggelam, penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi manajemen jalan napas yang tepat, termasuk penggunaan alat supraglottic airway dan intubasi trakea. Selain itu, penelitian tentang efek jangka panjang dari tenggelam pada sistem saraf dan strategi untuk mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut juga dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, studi tentang manajemen sirkulasi pada pasien tenggelam, termasuk penggunaan vasopresor dan inotropik, dapat membantu dalam memahami dan mengoptimalkan perawatan pasien tenggelam dengan disfungsi jantung.

Read online
File size414.35 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test