WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFA

Pemanfaatan jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap terapi berbasis bahan alam yang dinilai lebih aman dan mudah diakses. Ketiga kategori herbal tersebut memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang bermanfaat sebagai antiinflamasi, sehingga digunakan telaah sistematis untuk menilai aktivitas biologis dan manfaat kesehatannya berdasarkan penelitian terkini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh zat aktif alkaloid, flavonoid, curcuminoid, steroid, saponin, tanin dan senyawa metabolik lainnya dalam jamu, OHT, dan fitofarmaka terhadap sistem tubuh manusia maupun hewan yang diujikan secara klinik maupun praklinik yang berpotensi aktivitas antiinflamasi berdasarkan studi literatur lima tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah telaah sistematis yang meliputi penelusuran literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data, serta penyusunan hasil dalam bentuk tabel kualitatif. Penelitian yang dianalisis mencakup model uji in vitro, in vivo, hingga uji klinis sesuai golongan produknya. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa bahan jamu seperti rimpang temulawak, ashitiba dan sambiloto terutama diuji menggunakan model in vitro serta dengan penghambatan enzim siklooksigenase COX-1 dan COX-2 hasilnya memperlihatkan aktivitas antiinflamasi. Pada kategori OHT seperti daun telang, kombinasi rimpang kunyit dengan kurma, meniran, sambiloto dan kombinasi rimpang kencur dengan daun srikaya memberikan aktivitas antiinflamasi dengan kandungan kandungan zat aktif flavanoid dan senyawa fenolik lainnya melalui penelitian secara in vitro dan in vivo. Dan pada kategori fitofarmaka seperti daun jambu biji dan phyllantus niruri juga memberikan aktivitas antiinflamasi dengan kandungan zat aktif flavanoid dan metabolik lainnya melalui penelitian secara in vivo maupun in vitro dan uji klinis terbatas. Sementara itu,. Secara regulatif, BPOM No. 32 Tahun 2019 berperan memastikan mutu serta keamanan produk herbal. Jamu, OHT, dan fitofarmaka memiliki suatu zat yang relevan sebagai antiiinflamasi.

Secara keseluruhan, jamu seperti temulawak, ashitaba, dan ramuan dismenore, OHT seperti daun telang, kombinasi kunyit-kurma, meniran, kencur-srikaya, serta fitofarmaka daun jambu biji dan meniran menunjukkan aktivitas antiinflamasi melalui berbagai mekanisme seperti inhibisi COX/LOX, penurunan sitokin proinflamasi, dan penghambatan radikal bebas.Zat-zat aktif ini, termasuk alkaloid, flavonoid, kurkuminoid, saponin, dan tanin, bekerja secara sinergis untuk mereduksi respon inflamasi.32/2019 menjamin mutu dan keamanan produk herbal ini sebagai terapi komplementer antiinflamasi yang terstandar.

Berdasarkan hasil tinjauan ini, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi secara mendalam mekanisme molekuler spesifik yang mendasari aktivitas antiinflamasi dari masing-masing senyawa aktif dalam jamu, OHT, dan fitofarmaka, termasuk interaksi mereka dengan jalur pensinyalan inflamasi dan target molekuler lainnya. Kedua, studi klinis yang lebih komprehensif dengan desain yang terkontrol dan ukuran sampel yang memadai perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan jamu, OHT, dan fitofarmaka sebagai terapi antiinflamasi pada berbagai kondisi klinis, seperti penyakit autoimun, penyakit degeneratif, dan kondisi inflamasi kronis lainnya. Ketiga, penelitian tentang formulasi dan sistem penghantaran obat yang inovatif dapat dilakukan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efikasi senyawa aktif dari bahan herbal, serta untuk mengembangkan produk herbal yang lebih stabil dan mudah digunakan oleh masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan terapi antiinflamasi berbasis bahan alam yang lebih efektif, aman, dan terjangkau.

  1. Uji Efektivitas Antiinflamasi Sediaan Krim Kombinasi Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Dan... journal.arikesi.or.id/index.php/OBAT/article/view/361Uji Efektivitas Antiinflamasi Sediaan Krim Kombinasi Ekstrak Rimpang Kencur Kaempferia galanga L Dan journal arikesi index php OBAT article view 361
  2. Jurnal Review: Pengaruh Suatu Zat Terhadap Sistem Dalam Tubuh Dari Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan... wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/986Jurnal Review Pengaruh Suatu Zat Terhadap Sistem Dalam Tubuh Dari Jamu Obat Herbal Terstandar Dan wpcpublisher jurnal index php JFS article view 986
Read online
File size437.57 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test