UM PalembangUM Palembang

Jurnal DistilasiJurnal Distilasi

Industri tahu merupakan salah satu industri rumah tangga yang banyak terdapat di Indonesia dan kebanyakan menyatu dengan pemukiman penduduk yang dapat menimbulkan permasalahan dengan warga sekitar. Industri tahu menghasilkan limbah cair yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan jika langsung dibuang ke saluran air. Pengolahan limbah cair industri tahu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Residue Catalytic Cracking (RCC) adalah katalis bekas proses pengolahan minyak bumi yang setelah pemakaian tidak dimanfaatkan lagi oleh Pertamina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi massa adsorben terhadap penurunan kadar COD, BOD, dan TSS, serta untuk mengetahui pengaruh variasi waktu operasi adsorben terhadap penurunan kadar COD, BOD, dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar COD, BOD, dan TSS terbaik terjadi pada massa 25 gram dengan perlakuan pengadukan pada waktu kontak 60 menit dengan nilai berturut – turut 141 mg/L; 35,2 mg/L; dan 89,1 mg/L.

Dengan perlakuan penambahan RCC, penurunan nilai COD, BOD, TSS pada penelitian ini tidak melebihi atau dibawah nilai baku mutu air limbah yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Rasio massa optimum RCC dengan metode maserasi pada penurunan kadar COD,BOD,TSS limbah cair industri tahu dengan Limbah katalis (RCC) teraktivasi sebagai adsorben adalah 10 gr.Sedangkan dengan metode pengadukan rasio massa optimum RCC adalah 25 gr.Variasi waktu dengan massa optimum metode maserasi pada penurunan kadar COD,BOD,TSS limbah cair industri tahu dengan Limbah Katalis (RCC) teraktivasi sebagai adsorben adalah pada waktu 150 menit.Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai aktivasi limbah katalis (RCC) menggunakan metode yang lain dengan karakterisasi untuk menurunkan kadar COD,BOD dan TSS limbah cair industri tahu.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengolahan limbah cair industri tahu. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas RCC yang telah diaktivasi dengan metode lain, seperti aktivasi kimia atau termal, untuk melihat apakah dapat meningkatkan kemampuan adsorbsinya dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pengolahan limbah yang terintegrasi, menggabungkan RCC dengan teknologi lain seperti biofilter atau wetland constructed, untuk mencapai efisiensi pengolahan yang lebih tinggi dan mengurangi biaya operasional. Ketiga, penting untuk melakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis RCC yang berasal dari kilang minyak bumi yang berbeda, untuk mengidentifikasi RCC dengan karakteristik terbaik dalam mengadsorpsi polutan pada limbah cair industri tahu, sehingga dapat dipilih RCC yang paling optimal untuk aplikasi pengolahan limbah.

Read online
File size532.37 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test