POLBANPOLBAN

Sigma-MuSigma-Mu

Fenomena digitalisasi bisnis memunculkan dilema etika baru seperti manipulasi data, bias algoritmik, dan lemahnya tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana nilai-nilai muwashofat Islam meliputi ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), adl (keadilan), tahammul al-masuliyyah (disiplin moral), dan amal jamāī (kerja kolektif) dapat diinternalisasikan sebagai fondasi etika bisnis berkelanjutan di era globalisasi digital. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji literatur etika bisnis Islam dan penerapannya pada konteks teknologi modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai muwashofat mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kemaslahatan sosial melalui penerapan prinsip transparansi data, keadilan algoritmik, serta tanggung jawab sosial korporasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai spiritual Islam dapat menjadi strategi etika yang aplikatif dan adaptif terhadap tantangan moral dalam ekonomi digital.

Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai muwashofat Islam meliputi ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), adl (keadilan), tahammul al-masuliyyah (disiplin moral), dan amal jamāī (kerja kolektif) merupakan fondasi etika yang mampu menuntun praktik bisnis digital menuju keberlanjutan moral dan sosial.Dalam konteks ekonomi berbasis teknologi, nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual individu, tetapi juga sebagai instrumen manajerial dan sistem tata kelola yang menyeimbangkan efisiensi dengan keadilan.Ketika prinsip-prinsip ini diintegrasikan ke dalam kebijakan, algoritma, serta budaya organisasi, bisnis digital dapat beroperasi dengan transparan, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.Dengan demikian, muwashofat menjadi jembatan antara spiritualitas Islam dan profesionalisme modern, memperkuat posisi etika bisnis Islam sebagai model etik yang aplikatif, kontekstual, dan relevan bagi era globalisasi digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang melibatkan pelaku bisnis digital secara langsung, agar dapat mengukur sejauh mana nilai-nilai muwashofat benar-benar terinternalisasi dalam praktik korporasi dan sistem teknologi yang berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana nilai-nilai muwashofat dapat diintegrasikan ke dalam desain kebijakan, sistem penilaian kinerja, dan strategi CSR, serta bagaimana implementasinya dalam dunia kerja digital. Penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana nilai-nilai muwashofat dapat menjadi parameter sistemik dalam manajemen data, kebijakan privasi, dan pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang lebih mendalam dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ekonomi digital yang semakin kompleks.

  1. Integrating Islamic Religious Education Values into Entrepreneurship: A Contemporary Cultural Perspective... doi.org/10.15408/mimbar.v42i1.46300Integrating Islamic Religious Education Values into Entrepreneurship A Contemporary Cultural Perspective doi 10 15408 mimbar v42i1 46300
  2. The effect of corporate branding, islamic corporate social responsibility (ICSR), ethics programs, on... sloap.org/journals/index.php/irjmis/article/view/2107The effect of corporate branding islamic corporate social responsibility ICSR ethics programs on sloap journals index php irjmis article view 2107
  3. Islamic Framework for Sustainable Development | International Journal of Islamic Finance and Sustainable... journal.inceif.edu.my/index.php/ijifsd/article/view/978Islamic Framework for Sustainable Development International Journal of Islamic Finance and Sustainable journal inceif edu my index php ijifsd article view 978
Read online
File size469.62 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test