STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA
Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature StudiesTaboo language is a local culture that is very important as the identity of each region. However, due to developments over time, culture in the form of taboo language is starting to be abandoned by Balinese people. This also happened in Menyali Village. New studies related to taboo language are urgently needed as a step to revitalize taboo language. Therefore, this research discusses taboo in Balinese language spoken in Menyali Village as a concrete action to protect taboo languages from extinction. This study focused on taboo words used in the Village of Menyali as a research object. The data was analyzed with descriptive qualitative design. Data collection was carried out through in-depth interviews with three informants and used interview guide as an instrument. The results showed that there were 45 (forty-five) taboo words used in Menyali Village. These taboo words were classified into three scopes based on the Tri Hita Karana concept, namely there were 15 words in Parhyangan, 24 words in Pawongan. and 6 words in Palemahan. This study is expected to provide implications in linguistics, especially for preserving Balinese culture in the form of taboo language.
This research concludes that there are 45 taboo words in Menyali Village, categorized based on the Tri Hita Karana concept.Specifically, 15 words relate to the relationship between humans and God (Parhyangan), 24 words concern human relationships (Pawongan), and 6 words pertain to the relationship between humans and the environment (Palemahan).The findings highlight the importance of upholding moral norms and using appropriate language to avoid taboos within the community.These results have implications for sociolinguistics, education, language culture, and serve as cultural notes for the Menyali Village community.
Further research should investigate the impact of globalization and Indonesian language influence on the erosion of taboo language in Menyali Village, exploring how these external factors contribute to language shift among younger generations. Additionally, a comparative study examining taboo language across different Balinese villages could reveal variations in cultural beliefs and linguistic practices, providing a broader understanding of this phenomenon. Finally, a practical intervention study could be conducted to develop and implement a language revitalization program in Menyali Village, incorporating taboo language into local school curricula and community activities to promote its preservation and transmission to future generations. These efforts are crucial to safeguard this unique aspect of Balinese culture and identity, ensuring that the rich linguistic heritage of Menyali Village is not lost to the pressures of modernization and cultural homogenization. The revitalization program should also focus on documenting the stories and cultural contexts behind these taboo words, creating a valuable resource for future generations and fostering a deeper appreciation for the cultural significance of this linguistic heritage.
- Male Versus Female Understanding of the Endangered Lexicon of Tabuh Rah Ritual | Theory and Practice... doi.org/10.17507/tpls.1311.11Male Versus Female Understanding of the Endangered Lexicon of Tabuh Rah Ritual Theory and Practice doi 10 17507 tpls 1311 11
- A Comparison between English and Chinese Taboo Language | LEI | DEStech Transactions on Economics, Business... doi.org/10.12783/dtem/apme2016/8830A Comparison between English and Chinese Taboo Language LEI DEStech Transactions on Economics Business doi 10 12783 dtem apme2016 8830
- To Say or not to Say? Construing Contextual Taboo Words.... construing contextual taboo words personal... doi.org/10.2478/jef-2020-0017To Say or not to Say Construing Contextual Taboo Words construing contextual taboo words personal doi 10 2478 jef 2020 0017
| File size | 296.25 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Fungsi bahasa pada papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis menggunakan empat aspek teoritis dari Yanhong dan Rungruang (2013),Fungsi bahasa pada papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis menggunakan empat aspek teoritis dari Yanhong dan Rungruang (2013),
UKWMUKWM Di tengah dinamika pasar yang cepat, terutama pasca pandemi COVID-19, UMKM dihadapkan pada tantangan untuk mengelola risiko dan meningkatkan kapabilitasDi tengah dinamika pasar yang cepat, terutama pasca pandemi COVID-19, UMKM dihadapkan pada tantangan untuk mengelola risiko dan meningkatkan kapabilitas
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Virtual Tour ini dibuat menggunakan PHP, Javascript, dan MySQL, dengan tampilan Bootstrap v5. 0 dan Bootstrap v3. 0 melalui HTML dan CSS. Sistem dirancangVirtual Tour ini dibuat menggunakan PHP, Javascript, dan MySQL, dengan tampilan Bootstrap v5. 0 dan Bootstrap v3. 0 melalui HTML dan CSS. Sistem dirancang
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Namun tidak semua orang mengetahui indikator dalam pemilihan produk laptop sesuai selera dan kriteria kebutuhan laptop dengan beragamnya spesifikasi laptopNamun tidak semua orang mengetahui indikator dalam pemilihan produk laptop sesuai selera dan kriteria kebutuhan laptop dengan beragamnya spesifikasi laptop
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Didapatkan pembebanan tertinggi saat WBP pukul 20.00 WIT dengan pembebanan 93,72 kVA dan persentase pembebanan 93,72%. Setelah dilakukan penambahan transformatorDidapatkan pembebanan tertinggi saat WBP pukul 20.00 WIT dengan pembebanan 93,72 kVA dan persentase pembebanan 93,72%. Setelah dilakukan penambahan transformator
UNISMUHUNISMUH Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kata-kata tabu, bentuk tabu, dan referensi tabu. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatifPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kata-kata tabu, bentuk tabu, dan referensi tabu. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif
FORTEI7FORTEI7 Penggunaannya membutuhkan pemetaan ruangan yang tepat menggunakan metode PID dan Metode Maze. Metode Maze menentukan jalur perjalanan berdasarkan koordinatPenggunaannya membutuhkan pemetaan ruangan yang tepat menggunakan metode PID dan Metode Maze. Metode Maze menentukan jalur perjalanan berdasarkan koordinat
FORTEI7FORTEI7 Pengelasan SMAW menggunakan energi listrik sebagai sumber panas dan elektroda tambahan dalam penyambungan pada pengelasan logam. Sudut elektroda dan kuatPengelasan SMAW menggunakan energi listrik sebagai sumber panas dan elektroda tambahan dalam penyambungan pada pengelasan logam. Sudut elektroda dan kuat
Useful /
UNISMUHUNISMUH Latar belakang penelitian ini muncul dari kurangnya bahan ajar terintegrasi yang memfasilitasi pembelajaran bahasa Inggris dan Arab dalam konteks ilmiah,Latar belakang penelitian ini muncul dari kurangnya bahan ajar terintegrasi yang memfasilitasi pembelajaran bahasa Inggris dan Arab dalam konteks ilmiah,
UNISMUHUNISMUH The data indicated that Shadowing Technique was effective in improving the pronunciation abilities of grade seven students. This was supported by the significantThe data indicated that Shadowing Technique was effective in improving the pronunciation abilities of grade seven students. This was supported by the significant
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Informan utama adalah Prajuru desa adat. Informan sekunder pertama adalah Mangku dadya dan informan sekunder kedua adalah Kelian desa adat. Instrumen tambahanInforman utama adalah Prajuru desa adat. Informan sekunder pertama adalah Mangku dadya dan informan sekunder kedua adalah Kelian desa adat. Instrumen tambahan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Namun, terdapat kekurangan yaitu terbatasnya waktu untuk menjawab semua pertanyaan peserta. Oleh karena itu, kegiatan selanjutnya perlu diadakan denganNamun, terdapat kekurangan yaitu terbatasnya waktu untuk menjawab semua pertanyaan peserta. Oleh karena itu, kegiatan selanjutnya perlu diadakan dengan