UNSUNS
Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and BiotechnologyHutan rakyat di Jawa Barat, Indonesia, memenuhi kebutuhan kayu domestik dan industri. Namun, karena pengelolaan hutan yang tidak profesional dan kemudahan alih fungsi lahan, hutan rakyat tidak dapat menjamin pasokan kayu yang berkelanjutan. Perlu memahami karakteristik hutan rakyat untuk mendukung penerapan pengelolaan hutan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan pasokan bahan baku kayu dengan mengevaluasi karakteristik tegakan hutan rakyat. Penelitian dilakukan di hutan rakyat Kabupaten Sumedang menggunakan metode pengambilan sampel purposif dengan plot berpindah. Hasil menunjukkan kepadatan 342,5 pohon per hektar, terdiri dari 14 jenis pohon. Diameter pohon berkisar antara 1-49 cm, dengan kelas diameter dominan 10-15 cm. Potensi tegakan hutan rakyat adalah 32,68 m3ha-1. Siklus penebangan terjadi pada usia 6,5 tahun dengan sistem tebangan selektif untuk diameter lebih dari 15 cm, yang bersifat suboptimal dan mungkin tidak dapat dipertahankan. Oleh karena itu, perlu memperpanjang siklus tebangan untuk meningkatkan keberlanjutan. Akibatnya, terdapat risiko bahwa kawasan hutan rakyat akan dialihfungsikan menjadi penggunaan lahan lain.
Sebagian besar hutan rakyat di Kabupaten Sumedang memiliki tegakan dengan umur yang bervariasi dan berbagai jenis pohon, yang berpotensi mendukung keberlanjutan hutan rakyat sebagai penyedia kayu bagi industri di Jawa Barat.Untuk menjamin keberlanjutan tersebut, penting untuk mendukung siklus penebangan tegakan dengan rentang umur pendek, sedang, dan panjang.Pengaturan siklus penebangan diharapkan dapat mendorong pasokan kayu yang berkelanjutan.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh penerapan sistem penebangan berbasis rotasi optimal terhadap produktivitas tegakan dan pendapatan petani hutan rakyat di Kabupaten Sumedang, dengan membandingkan skema penebangan saat ini yang berbasis kebutuhan terhadap skema berbasis analisis pertumbuhan tahunan rata-rata (MAI). Kedua, perlu dikaji bagaimana pola agroforestri campuran dengan komposisi jenis kayu cepat tumbuh dan tanaman tahunan berpenghasilan tinggi dapat mendukung stabilitas ekonomi petani sekaligus menjaga keberlanjutan tegakan hutan rakyat di tengah tekanan alih fungsi lahan. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas skema insentif berbasis ekosistem atau sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan dalam mencegah konversi hutan rakyat menjadi penggunaan lahan non-kehutanan, dengan mempertimbangkan motivasi sosial-ekonomi petani dan ketersediaan dukungan lembaga lokal.
| File size | 547.91 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
APTKLHIAPTKLHI Penguatan modal sosial dalam bentuk kepercayaan, norma, dan jaringan akan mendorong terciptanya kemandirian baik bagi petani maupun kelompok tani dalamPenguatan modal sosial dalam bentuk kepercayaan, norma, dan jaringan akan mendorong terciptanya kemandirian baik bagi petani maupun kelompok tani dalam
APTKLHIAPTKLHI Bilah bambu yang dikompresi tersebut menunjukkan bahwa kerapatan contoh uji di bagian bawah meningkat dari 0,4–0,56 g/cm3 menjadi 0,89–1,05 g/cm3 setelahBilah bambu yang dikompresi tersebut menunjukkan bahwa kerapatan contoh uji di bagian bawah meningkat dari 0,4–0,56 g/cm3 menjadi 0,89–1,05 g/cm3 setelah
UNILAUNILA Struktur dan komposisi jenis pohon dengan diameter setinggi dada ≥ 10 cm, pancang, dan semai diamati dari petak ukur permanen seluas 1 ha. DitemukanStruktur dan komposisi jenis pohon dengan diameter setinggi dada ≥ 10 cm, pancang, dan semai diamati dari petak ukur permanen seluas 1 ha. Ditemukan
UNILAUNILA 881) dan indeks kesamarataan (J) sebesar 0. 923 menunjukkan komunitas stabil serta distribusi individu yang merata. Namun, indeks kesamaan spesies (IS)881) dan indeks kesamarataan (J) sebesar 0. 923 menunjukkan komunitas stabil serta distribusi individu yang merata. Namun, indeks kesamaan spesies (IS)
UNILAUNILA Penelitian ini dilakukan di Hutan Tanaman Rakyat di Desa Ngambur Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Lampung Barat selama 2 bulan yaitu bulan April--MeiPenelitian ini dilakukan di Hutan Tanaman Rakyat di Desa Ngambur Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Lampung Barat selama 2 bulan yaitu bulan April--Mei
UNILAUNILA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hidup, kemampuan bertunas, dan kemampuan berakar setek pucuk jabon akibat pemberian Rootone-F denganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hidup, kemampuan bertunas, dan kemampuan berakar setek pucuk jabon akibat pemberian Rootone-F dengan
UNILAUNILA Perlakuan yang paling efektif untuk meningkatkan nilai persentase kecambah benih aren dalam penelitian ini adalah perendaman benih aren dengan suhu awalPerlakuan yang paling efektif untuk meningkatkan nilai persentase kecambah benih aren dalam penelitian ini adalah perendaman benih aren dengan suhu awal
UNILAUNILA Penelitian menghasilkan susunan kriteria valid untuk domestikasi gajah Sumatera yang mencakup 17 variabel penilaian. Evaluasi praktek pengasuhan di PKGPenelitian menghasilkan susunan kriteria valid untuk domestikasi gajah Sumatera yang mencakup 17 variabel penilaian. Evaluasi praktek pengasuhan di PKG
Useful /
UNSUNS BA dan NAA mampu mempercepat pertumbuhan tanaman persilangan Coelogyne. Penambahan BA dan NAA pada media kultur Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphiiBA dan NAA mampu mempercepat pertumbuhan tanaman persilangan Coelogyne. Penambahan BA dan NAA pada media kultur Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii
UNSUNS 508. Dosis pupuk ZA tidak meningkatkan hasil jahe merah. Namun, pada pengamatan pertumbuhan, perlakuan P1 dengan dosis 225 Kg ZA/ha memberikan peningkatan508. Dosis pupuk ZA tidak meningkatkan hasil jahe merah. Namun, pada pengamatan pertumbuhan, perlakuan P1 dengan dosis 225 Kg ZA/ha memberikan peningkatan
UPIUPI Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (t_hitung = 8,92; p <Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (t_hitung = 8,92; p <
UPIUPI ostreatus), masalah kontaminasi selama produksi sering ditemukan. Kontaminasi ini disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol suhu selama sterilisasi mediaostreatus), masalah kontaminasi selama produksi sering ditemukan. Kontaminasi ini disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol suhu selama sterilisasi media