UNSUNS
Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and BiotechnologyPemupukan memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil, dan memperbaiki kualitas tanaman. Rekomendasi pemupukan tebu saat ini umumnya didasarkan pada budidaya berorientasi produksi dengan periode tumbuh 12 bulan, sementara kebutuhan pemupukan spesifik untuk bibit tebu masih kurang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk optimal untuk bibit tebu dengan mengevaluasi efek berbagai kombinasi pupuk terhadap pertumbuhan tanaman dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Puslit Sukosari. Area percobaan seluas 0,046 ha, dengan panjang baris tanam 8 m dan faktor baris 1042 baris/ha. Empat perlakuan pupuk diterapkan: (A) ZA 640 kg/ha, SP 36 48,1 kg/ha, dan KCl 255 kg/ha; (B) ZA 531 kg/ha, SP 36 40 kg/ha, dan KCl 213 kg/ha; (C) ZA 427,5 kg/ha, SP 36 31,9 kg/ha, dan KCl 171 kg/ha; dan (D) ZA 321,3 kg/ha, SP 36 23,9 kg/ha, dan KCl 129 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak menghasilkan peningkatan linear pada produktivitas bibit tebu. Produktivitas bibit tertinggi dan performa pertumbuhan optimal, termasuk jumlah anakan, tinggi anakan, diameter anakan, dan bobot bibit per hektar, diperoleh pada Perlakuan B. Sebaliknya, produktivitas terendah diamati pada Perlakuan D. Mempertimbangkan efisiensi pemupukan dan biaya produksi selama fase pertumbuhan vegetatif, perkebunan bibit tebu dapat dipupuk menggunakan kombinasi pupuk lengkap pada Perlakuan B atau hanya dengan pupuk nitrogen dengan dosis ZA 531 kg/ha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu.Produktivitas dan pertumbuhan bibit tebu optimal, termasuk jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang, dan bobot bibit per hektar, tercapai pada Perlakuan B (ZA 531 kg ha⁻¹, SP 36 40 kg ha⁻¹, dan KCl 213 kg ha⁻¹), sedangkan produktivitas terendah ditemukan pada Perlakuan D.Oleh karena itu, demi efisiensi biaya dan efektivitas pemupukan pada fase vegetatif, direkomendasikan penggunaan kombinasi pupuk lengkap Perlakuan B atau pupuk nitrogen ZA 531 kg ha⁻¹ saja untuk pembibitan tebu.
Berdasarkan temuan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu dan adanya indikasi efisiensi penyerapan nutrisi yang mencapai titik jenuh, penelitian lanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan praktik pemupukan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengkaji secara mendalam bagaimana variasi waktu aplikasi pupuk dan bentuk pupuk, baik organik maupun anorganik, dapat disesuaikan dengan hasil analisis tanah spesifik di berbagai lokasi budidaya dan untuk varietas tebu yang berbeda selain VMC 7616. Pendekatan ini dapat membantu menentukan strategi pemupukan presisi yang tidak hanya memaksimalkan penyerapan nutrisi tetapi juga mengurangi potensi limbah dan dampak lingkungan. Kedua, mengingat rekomendasi dosis pupuk optimal dari Perlakuan B, perlu dilakukan studi jangka panjang yang mengevaluasi dampak dosis ini terhadap kualitas dan produktivitas tanaman tebu pada siklus tanam berikutnya, seperti ratoon pertama, serta menganalisis kelayakan ekonomi secara komprehensif. Ini akan melibatkan perbandingan biaya input dan hasil panen untuk memberikan gambaran lengkap mengenai profitabilitas. Terakhir, untuk memahami lebih dalam fenomena plateauing dalam respons pertumbuhan terhadap peningkatan dosis pupuk, penelitian dapat difokuskan pada aspek fisiologi tanaman. Hal ini mencakup analisis nutrisi pada jaringan tanaman, pengukuran aktivitas enzim kunci yang terlibat dalam metabolisme nutrisi, atau studi ekspresi gen yang terkait dengan respons terhadap ketersediaan nutrisi. Dengan demikian, kita bisa mengidentifikasi penanda biokimia yang lebih sensitif terhadap status nutrisi tebu, yang pada gilirannya akan mendukung pengembangan rekomendasi pemupukan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
| File size | 248.38 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Keterampilan mengajar guru sangat berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hubunganKeterampilan mengajar guru sangat berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hubungan
UNSURUNSUR Penelitian ini bertujuan mengembangkan ReKompos, sebuah sistem rekomendasi tanaman edible berbasis Android yang memanfaatkan kandungan unsur hara dariPenelitian ini bertujuan mengembangkan ReKompos, sebuah sistem rekomendasi tanaman edible berbasis Android yang memanfaatkan kandungan unsur hara dari
UNSIMARUNSIMAR Petani menyatakan kesiapan menerapkan teknik tersebut karena prosedurnya sederhana dan memerlukan waktu singkat. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatanPetani menyatakan kesiapan menerapkan teknik tersebut karena prosedurnya sederhana dan memerlukan waktu singkat. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan
UNSUNS Penelitian ini dilakukan pada Maret-Agustus 2021 hingga selesai di Dusun Pelem, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi JawaPenelitian ini dilakukan pada Maret-Agustus 2021 hingga selesai di Dusun Pelem, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa
UMPUMP Sedangkan untuk produksi budidaya perikanan yang tidak seimbang karna masih skala lokal yang khusus konsumsi dan sisanya di jual, sehingga belum memenuhiSedangkan untuk produksi budidaya perikanan yang tidak seimbang karna masih skala lokal yang khusus konsumsi dan sisanya di jual, sehingga belum memenuhi
UMPUMP Perlu dilakukannya sosialisasi dan pemahaman tentang jenis, bahaya ikan invasif terhadap lingkungan perairan kepada masyarakat. Ikan jaguar (ParachromisPerlu dilakukannya sosialisasi dan pemahaman tentang jenis, bahaya ikan invasif terhadap lingkungan perairan kepada masyarakat. Ikan jaguar (Parachromis
UMPUMP Namun banyak kegiatan yang mengakibatkan degradasi laut, penurunan jumlah produksi penangkapan ikan hampir setiap tahun juga disebabkan oleh eksploitasiNamun banyak kegiatan yang mengakibatkan degradasi laut, penurunan jumlah produksi penangkapan ikan hampir setiap tahun juga disebabkan oleh eksploitasi
UNBUNB Aplikasi 200 kg N ha-1 dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen sebesar 19,58 kg/kg. Pemupukan 200 kg N/ha meningkatkan tinggi tanaman,Aplikasi 200 kg N ha-1 dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen sebesar 19,58 kg/kg. Pemupukan 200 kg N/ha meningkatkan tinggi tanaman,
Useful /
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Wawasan utama adalah paradoks otoritas afektif, di mana peringatan yang ketat dan berorientasi pada rasa takut diperlunak dengan nada pastoral untuk mempertahankanWawasan utama adalah paradoks otoritas afektif, di mana peringatan yang ketat dan berorientasi pada rasa takut diperlunak dengan nada pastoral untuk mempertahankan
UNSIMARUNSIMAR Pelayanan sepenuh hati adalah pelayanan yang berasal dari dalam sanubari atau diri kita. Pelayanan Sepenuh hati dilakukan dengan penuh rasa keikhlasanPelayanan sepenuh hati adalah pelayanan yang berasal dari dalam sanubari atau diri kita. Pelayanan Sepenuh hati dilakukan dengan penuh rasa keikhlasan
UMPUMP Pengkajian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan Metoda Desk Research.Pengkajian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan Metoda Desk Research.
UMPUMP Ikan invasif menjadi faktor utama penyebab kerentanan ikan endemik di Indonesia dan bahkan menyebabkan kepunahan. Ikan invasif sebagian besar dimulai dariIkan invasif menjadi faktor utama penyebab kerentanan ikan endemik di Indonesia dan bahkan menyebabkan kepunahan. Ikan invasif sebagian besar dimulai dari