UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Petugas dan Kader TBC merupakan ujung tombak dalam keberhasilan mencapai program treatment coverage. Namun, di Kota Palu program penanggulangan ini masih terbilang rendah dari target nasional ≥90%. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palu tahun 2021 pasien yang ditemukan dan diobati sebanyak 46%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran capaian kinerja petugas dan kader terhadap Treatment Coverage (TC) pada program penanggulangan tuberkulosis di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan kuesioner yang akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan, motivasi, pelatihan dan ketersediaan dana yang dimiliki petugas TBC sudah baik secara keseluruhan (100%), namun petugas yang memiliki tugas rangkap sebanyak 27 orang (84,4%). Pada kader TBC menunjukkan bahwa berdasarkan variabel pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik 100%, namun kader yang memiliki motivasi kurang dalam melakukan tugasnya sebanyak 15 orang (53,6%) dan secara keseluruhan memiliki tugas rangkap (100%). Capaian kinerja petugas dan kader terhadap treatment coverage pada program penanggulangan tuberkulosis di kota palu dari segi pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik. Namun masih ada kader yang memiliki motivasi kurang dalam melaksanakan tugas serta tugas rangkap yang diberikan kepada petugas dan kader yang dapat mempengaruhi ketercapaian treatment coverage.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, capaian kinerja petugas dan kader terhadap treatment coverage pada program penanggulangan tuberkulosis di kota palu dari segi pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik.Namun masih ada kader yang memiliki motivasi kurang dalam melaksanakan tugas serta tugas rangkap yang diberikan kepada petugas dan kader yang dapat mempengaruhi ketercapaian treatment coverage.Penanggung jawab program TBC kota palu diharapkan agar melakukan koordinasi dengan pihak yang memiliki wewenang untuk dapat mengatasi kekurangan SDM karena tugas rangkap yang menjadi permasalahan.Selain itu diperlukan juga pelatihan wajib bagi setiap petugas dan kader khususnya pada pencatatan dan pelaporan kasus TBC, serta memaksimalkan kerja sama antar program khususnya pada program promosi kesehatan dan ilmu perilaku untuk membantu dalam hal mengedukasi masyarakat terkait tuberkulosis.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kader TBC dalam melaksanakan tugasnya, terutama terkait dengan beban kerja ganda dan stigma masyarakat. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik demografis petugas dan kader TBC dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan diagnosis dini dan penanganan tuberkulosis. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pelatihan dan supervisi dalam meningkatkan kinerja petugas dan kader TBC dalam mencapai target treatment coverage. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam meningkatkan capaian program penanggulangan tuberkulosis di Kota Palu, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Read online
File size381.8 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test