ISI DPSISI DPS

Anggit: Jurnal Desain ProdukAnggit: Jurnal Desain Produk

Masalah mental yang banyak dialami individu, salah satunya adalah gangguan emosi. Riskesdas tahun 2018 mencatat 157.695 remaja berusia 18-24 tahun rentan mengalami gangguan emosi yang disebabkan oleh kesepian dan memiliki kecenderungan self-harm dan tindakan bunuh diri. Untuk mengatasi gangguan emosi tersebut, pemberian dukungan emosional menjadi hal penting. Dukungan emosional dapat diberikan melalui kegiatan yang mendorong pelepasan hormon endorfin dan dopamine, seperti memeluk boneka rajut. Berdasarkan permasalahan tersebut, ditemukan peluang untuk eksplorasi pada material, ukuran dan bentuk boneka rajut agar nyaman dipeluk untuk meningkatkan rasa senang guna memberi dukungan emosional pada individu yang merasakan kesepian. Penelitian ini menggunakan human-centered research dengan metode desktop research, literature review, expert interviews, low-fidelity prototyping, user testing yang dilakukan untuk menemukan jenis material, ukuran dan bentuk boneka rajut yang nyaman dipeluk. Hasil penelitian ini berupa kebaruan dalam kombinasi material, ukuran dan bentuk boneka rajut yang nyaman dipeluk guna memberi dukungan emosional kepada individu yang sedang merasakan kesepian. Penelitian ini membawa dampak pada perkembangan solusi yang dapat ditawarkan produk fisik terhadap kondisi psikis sorang individu.

Saat ini isu masalah mental menjadi urgensi yang dihadapi oleh remaja, khususnya di Indonesia.Data dari Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey tahun 2022 menunjukkan bahwa jutaan remaja mengalami masalah mental, dengan sebagian besar mengalami gangguan emosional yang berawal dari emosi kesepian.Fenomena kesepian tersebut terutama meresap dalam populasi remaja, dengan sebagian besar dari mereka bahkan mengalami keinginan untuk melakukan tindakan yang berdampak buruk pada diri mereka sendiri.Tantangan ini diperparah oleh kurangnya regulasi emosi yang baik, terutama bagi individu yang memiliki kepribadian introvert.Remaja dengan karakteristik ini cenderung merasa terisolasi dalam lingkungan sosial yang ramai, sehingga rentan terhadap kesepian.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan boneka rajut dengan fitur sensorik tambahan, seperti tekstur yang berbeda atau aroma terapi, untuk meningkatkan efek relaksasi dan kenyamanan emosional. Kedua, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas boneka rajut dalam mengurangi gejala kecemasan dan depresi pada kelompok usia yang berbeda, serta mengeksplorasi potensi penggunaannya sebagai alat terapi komplementer. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana desain boneka rajut, termasuk bentuk, ukuran, dan warna, dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi individu yang berbeda, serta bagaimana personalisasi boneka dapat meningkatkan rasa keterikatan dan dukungan emosional.

  1. Dampak Kepribadian Introvert dalam Interaksi Sosial | Jurnal Pelita Nusantara. kepribadian introvert... glorespublication.org/index.php/jupenus/article/view/203Dampak Kepribadian Introvert dalam Interaksi Sosial Jurnal Pelita Nusantara kepribadian introvert glorespublication index php jupenus article view 203
Read online
File size298.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test