YBLIYBLI

Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian MasyarakatJurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) merupakan upaya nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan rasional. Pengelolaan obat yang tidak tepat di tingkat rumah tangga sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak negatif serius, seperti kegagalan terapi hingga Resistensi Antimikroba (AMR). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut melalui penyuluhan dan praktik langsung berlandaskan konsep inti GEMA CERMAT, yaitu DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan Benar). Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tiga, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, sebagai mitra. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan pada semua aspek DAGUSIBU, dengan rata-rata pemahaman meningkat dari skor 15-25 menjadi 40 (Tercapai) setelah penyuluhan. Program ini berhasil mengubah persepsi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam cermat menggunakan obat.

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan dan praktik pengelolaan obat di rumah tangga berhasil dilaksanakan pada Warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tiga.Masyarakat mitra telah memahami tentang GEMA CERMAT, Program DAGUSIBU Obat, dan Cara mengkonsumsi obat dengan baik dan benar.Hal ini dibuktikan dengan tercapainya semua target capaian luaran, di mana tingkat pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang pengelolaan obat meningkat secara signifikan (mencapai skor 40) setelah intervensi penyuluhan.Disarankan agar pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat dengan baik dan benar dapat lebih ditingkatkan dan dipertahankan secara berkelanjutan, sehingga kerasionalan penggunaan obat di lingkungan terkecil (keluarga) dapat tercapai secara maksimal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperkuat program pengelolaan obat di tingkat masyarakat. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memahami lebih dalam faktor-faktor perilaku yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat dalam menerapkan DAGUSIBU, termasuk peran tokoh masyarakat dan norma sosial. Kedua, pengembangan modul edukasi yang lebih interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik budaya setempat dapat meningkatkan efektivitas penyuluhan. Ketiga, evaluasi jangka panjang terhadap dampak program GEMA CERMAT terhadap penurunan kejadian resistensi antimikroba dan peningkatan kualitas hidup masyarakat perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program.

Read online
File size223.98 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test