UNRUNR

Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Coretax Administration System (CTAS) dirancang untuk mempermudah proses administrasi, pelaporan, dan pembayaran pajak secara daring. Namun, di tingkat daerah, pemanfaatan layanan digital ini belum berjalan secara maksimal karena masih terdapat kesenjangan kemampuan digital (digital divide) yang menghambat masyarakat dalam mengakses dan menggunakan layanan perpajakan modern. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat khususnya pelaku UMKM dapat memahami proses administrasi pajak secara digital, meningkatkan kepatuhan pelaporan, serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem perpajakan yang lebih efisien, transparan, dan partisipatif. Berdasarkan hasil post-test, menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang positif dan terbukti meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan sistem pelaporan pajak berbasis digital serta munculnya inisiatif membentuk komunitas UMKM sadar pajak di Desa Bira menjadi luaran konkret yang memperkuat keberlanjutan program pengabdian ini.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi Coretax Administration System (CTAS) berhasil meningkatkan literasi perpajakan pelaku UMKM, membuat mereka lebih memahami pentingnya pajak dan cara melaksanakannya secara digital.Implementasi berbasis praktik langsung terbukti efektif, menghasilkan peningkatan kesadaran, partisipasi dalam administrasi pajak digital, serta pembentukan komunitas UMKM sadar pajak sebagai indikator keberlanjutan program.Keberhasilan ini didukung oleh antusiasme peserta dan dukungan pemerintah desa serta aparatur pajak, meskipun tantangan seperti keterbatasan teknologi dan perbedaan literasi digital perlu diatasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Melihat keberhasilan dan tantangan dalam meningkatkan literasi pajak UMKM melalui CTAS, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk memperkuat program serupa di masa depan. Pertama, penelitian dapat meninjau secara mendalam bagaimana merancang strategi intervensi yang adaptif untuk mengatasi kesenjangan digital dan keterbatasan akses teknologi di berbagai segmen UMKM, khususnya di daerah terpencil. Ini bisa mencakup studi komparatif tentang efektivitas pelatihan luring vs. daring yang dikombinasikan, serta pengembangan modul pendampingan yang disesuaikan dengan tingkat literasi digital yang berbeda, dengan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur dan perangkat. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: Bagaimana kombinasi model pelatihan dan dukungan teknologi yang berbeda dapat secara optimal menjembatani kesenjangan digital UMKM dalam adopsi CTAS dan meningkatkan kepatuhan pajak di wilayah dengan infrastruktur bervariasi? Kedua, penting untuk mengukur dampak jangka panjang dari program edukasi ini terhadap kepatuhan pajak UMKM serta keberlanjutan komunitas sadar pajak yang terbentuk. Studi longitudinal dapat menyelidiki faktor-faktor yang mendorong atau menghambat kelanggengan pengetahuan dan praktik perpajakan digital di kalangan UMKM setelah intervensi awal berakhir, termasuk peran kepemimpinan lokal dan dinamika internal komunitas. Ini dapat merumuskan pertanyaan seperti: Apa faktor kunci yang menentukan keberlanjutan inisiatif komunitas sadar pajak UMKM dan bagaimana dampaknya terhadap kepatuhan pajak dalam jangka panjang? Ketiga, riset bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi model edukasi perpajakan yang lebih inovatif dan personalisasi. Misalnya, bagaimana penerapan gamifikasi atau platform pembelajaran mikro (microlearning) yang disesuaikan dengan karakteristik UMKM dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran tentang CTAS, tidak hanya dalam aspek teknis tetapi juga mengubah persepsi negatif terhadap pajak. Ini akan menjawab: Model edukasi interaktif dan personalisasi seperti apa yang paling efektif untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi persepsi negatif UMKM terhadap pajak, serta mendorong adopsi CTAS secara sukarela? Penemuan dari penelitian ini akan memberikan wawasan berharga untuk merumuskan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

  1. Implementasi Coretax Dalam Pelaporan Pajak: Studi Kasus PT Agrinesia Raya | Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi.... doi.org/10.21067/jrma.v13i2.12995Implementasi Coretax Dalam Pelaporan Pajak Studi Kasus PT Agrinesia Raya Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi doi 10 21067 jrma v13i2 12995
Read online
File size667.04 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test