KEMENDAGRIKEMENDAGRI
Jurnal Bina PrajaJurnal Bina PrajaFenomena perubahan iklim dan pemanasan global mendorong pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) di negara‑negara, termasuk Indonesia. Indonesia telah bergabung dalam Perjanjian Paris dan menyusun regulasi yang menjadi dasar implementasi SDG di tingkat daerah. Analisis profil pencapaian SDG Kota Serang berdasarkan Dokumen KLJDD KLHS menunjukkan masih terdapat 92 indikator (50,27%) yang belum tercapai. Penelitian ini menggunakan metode campuran strategi transformatif berurutan yang terintegrasi dengan metode TAIDA sebagai perencanaan skenario, dengan memprioritaskan riset kualitatif melalui studi literatur, observasi, diskusi, dan wawancara pada tahap tracking TAIDA, kemudian dilanjutkan dengan riset kuantitatif berupa statistik deskriptif untuk perhitungan bobot dan rating dalam merumuskan strategi serta peta jalan (identifikasi, keputusan, aksi). Hasil menunjukkan strategi pencapaian SDG berfokus pada empat aspek: regulasi (sinkronisasi peraturan), pendanaan (sumber pendanaan potensial selain APBD serta mekanisme keuangan daerah), sosialisasi (penyuluhan kepada publik dan seluruh pemangku kepentingan melalui media), dan kolaborasi (kerjasama dengan semua pihak dan pemerintah daerah lain). Peta jalan terdiri dari sembilan tahapan, mulai dari sosialisasi hingga promosi praktik terbaik.
Berdasarkan analisis matriks strategi grand, pemerintah Kota Serang berada pada kuadran I yang menandakan posisi strategis unggul, sehingga perlu mempertahankan serta memperkuat upaya implementasi SDG melalui integrasi pemangku kepentingan dan diversifikasi sumber dana.Formulasi strategi menyoroti empat dimensi utama, yaitu regulasi, pendanaan, sosialisasi, dan kerja sama, yang masing‑masing memerlukan kebijakan kepala daerah, mekanisme pembiayaan alternatif, kampanye publik luas, serta kolaborasi lintas sektor.Road map implementasi SDG yang terdiri dari sembilan tahap, mulai dari sosialisasi hingga promosi praktik terbaik, harus bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat guna memastikan pencapaian tujuan SDG secara adil dan berkelanjutan hingga 2030.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara empiris dampak regulasi kepala daerah yang secara eksplisit mengintegrasikan tujuan SDG terhadap koordinasi lintas OPD, efektivitas pelaksanaan kebijakan, dan tingkat pencapaian indikator, dengan menerapkan desain studi kasus komparatif antara Kota Serang dan kota‑kota sejenis di provinsi Banten. Selain itu, studi tentang mekanisme pembiayaan alternatif—seperti dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), platform crowdfunding, serta skema pendanaan lintas sektoral—dapat dianalisis melalui pendekatan cost‑benefit dan evaluasi dampak jangka panjang untuk menilai kontribusinya dalam menutup kesenjangan anggaran pada indikator SDG yang belum tercapai. Selanjutnya, pengembangan dan uji coba platform digital partisipatif yang memungkinkan masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan berinteraksi secara real‑time dalam proses sosialisasi, monitoring, dan penyampaian umpan balik terhadap program SDG dapat diteliti untuk mengukur peningkatan kesadaran publik, transparansi, serta akuntabilitas implementasi. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat melengkapi temuan saat ini dengan menyediakan bukti empiris mengenai efektivitas kebijakan regulatif, keberlanjutan sumber pembiayaan inovatif, dan peran teknologi partisipatif, sehingga memperkuat kerangka kerja implementasi SDG di tingkat kota dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terukur. Dengan menggabungkan hasil dari keempat studi tersebut, pemerintah kota dapat merumuskan strategi terpadu yang responsif terhadap tantangan lokal, sekaligus mempercepat pencapaian target SDG 2030 secara adil dan berkelanjutan.
- Business Perspectives - Village banks: a financial strategy for developing the South African poor households.... businessperspectives.org/journals/banks-and-bank-systems/issue-190/village-banks-a-financial-strategy-for-developing-the-south-african-poor-householdsBusiness Perspectives Village banks a financial strategy for developing the South African poor households businessperspectives journals banks and bank systems issue 190 village banks a financial strategy for developing the south african poor households
- View of The Asia Pacific Strategy for Emerging Diseases - a strategy for regional health security | Western... doi.org/10.5365/wpsar.2011.2.1.001View of The Asia Pacific Strategy for Emerging Diseases a strategy for regional health security Western doi 10 5365 wpsar 2011 2 1 001
- :: JGHS :: Journal of Global Health Science. jghs journal global health science glob english published... e-jghs.org/DOIx.php?id=10.35500/jghs.2019.1.e5JGHS Journal of Global Health Science jghs journal global health science glob english published e jghs DOIx php id 10 35500 jghs 2019 1 e5
| File size | 559.97 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
BPKBPK A content analysis of the data was performed to identify the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) in strategy development. The findingsA content analysis of the data was performed to identify the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) in strategy development. The findings
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik musikal Lagu Rakyat Pingxian di Distrik Pingan, Provinsi Qinghai, dengan fokus khusus pada fungsinyaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik musikal Lagu Rakyat Pingxian di Distrik Pingan, Provinsi Qinghai, dengan fokus khusus pada fungsinya
USAHIDUSAHID Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan atraksi wisata di Kampung Bareto sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi berbasisPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan atraksi wisata di Kampung Bareto sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi berbasis
APPIHIAPPIHI Keterlibatan lembaga seperti Bank Indonesia, aparat penegak hukum, dan perwakilan masyarakat diperlukan untuk memastikan perjanjian restoratif menghasilkanKeterlibatan lembaga seperti Bank Indonesia, aparat penegak hukum, dan perwakilan masyarakat diperlukan untuk memastikan perjanjian restoratif menghasilkan
INTEKOMINTEKOM Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan KonvensiArtikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Konvensi
UNUKALTIMUNUKALTIM Kepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang fleksibel, dimana pemimpin dapat menyesuaikan pendekatan kepemimpinannya berdasarkan kondisiKepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang fleksibel, dimana pemimpin dapat menyesuaikan pendekatan kepemimpinannya berdasarkan kondisi
RISETPRESSRISETPRESS Proyek-proyek seperti yang dibina juga dipandang tidak hanya memberikan bantuan kepada mereka tetapi juga meminta mereka untuk menghasilkan data merekaProyek-proyek seperti yang dibina juga dipandang tidak hanya memberikan bantuan kepada mereka tetapi juga meminta mereka untuk menghasilkan data mereka
UBBGUBBG Penelitian ini menyarankan masyarakat untuk secara kritis mendengarkan, membaca, dan memahami bahasa pemerintah. Penelitian ini juga dapat dijadikan referensiPenelitian ini menyarankan masyarakat untuk secara kritis mendengarkan, membaca, dan memahami bahasa pemerintah. Penelitian ini juga dapat dijadikan referensi
Useful /
INTEKOMINTEKOM Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti religiusitas, gotong royong, keadilan sosial, dan integritas merupakan aspek utama yang seringHasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti religiusitas, gotong royong, keadilan sosial, dan integritas merupakan aspek utama yang sering
YARSIYARSI Penurunan volume air tubuh sekitar 2% atau lebih tergolong dalam dehidrasi sedang. Dehidrasi dapat terjadi tanpa gejala dan jika berlanjut dapat menimbulkanPenurunan volume air tubuh sekitar 2% atau lebih tergolong dalam dehidrasi sedang. Dehidrasi dapat terjadi tanpa gejala dan jika berlanjut dapat menimbulkan
YARSIYARSI Pada konsentrasi 200 µg/ml, α-mangostin mampu menghambat pembentukan ROS sebesar 23,15 ± 4,29%. Penelitian ini membuktikan bahwa α-mangostin bersifatPada konsentrasi 200 µg/ml, α-mangostin mampu menghambat pembentukan ROS sebesar 23,15 ± 4,29%. Penelitian ini membuktikan bahwa α-mangostin bersifat
USAHIDUSAHID Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan pengelola Kampus Wisata Satupam. HasilPenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan pengelola Kampus Wisata Satupam. Hasil