UBUB

The Journal of Experimental Life ScienceThe Journal of Experimental Life Science

Talas merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi untuk menjaga ketahanan pangan. Talas memiliki kandungan karbohidrat dan nutrisi yang tinggi dengan nilai indeks glikemik yang rendah. Talas banyak dibudidayakan dengan teknik tumpang sari, terutama di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Namun, teknik ini menyebabkan penurunan produksi umbi talas dengan produksi hanya 7-10 ton per hektar. Angka ini lebih rendah dari produksi optimal talas dengan 20,7 ton per hektar. Rhizobacteria Pertumbuhan Tanaman (PGPR), salah satu biofertilizer yang paling potensial, dapat mengatasi masalah ini dengan kemampuan seperti fosfat-solubilizing, produksi IAA, dan pengikatan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan mengidentifikasi spesies bakteri rhizosfer talas yang memiliki kemampuan terbaik sebagai agen PGPR. Bakteri rhizosfer talas diisolasi menggunakan media Pikovskaya dan TSA (Tryptic Soy Agar). Kemampuan PGPR dievaluasi pada fosfat-solubilizing, produksi IAA, dan pengikatan nitrogen. Total 12 isolat untuk bakteri fosfat-solubilizing dan 10 isolat bakteri penghasil IAA. Konsentrasi fosfat tertinggi adalah isolat P1, dengan konsentrasi 6,8 μg.mL-1; sedangkan isolat I4 memiliki potensi tertinggi untuk produksi IAA dengan konsentrasi 23,11 μg.mL-1. Isolat P1 dan I4 dipilih untuk uji kemampuan pengikatan nitrogen. Isolat P1 menunjukkan konsentrasi amonia tertinggi sebesar 2,52 μg.mL-1, dan diidentifikasi sebagai Stenotrophomonas rhizophila dengan kesamaan 99,91% dengan Stenotrophomonas rhizophila R2A2 67. Isolat potensial dapat digunakan sebagai agen PGPR atau biofertilizer untuk meningkatkan produksi tanaman talas.

Isolat P1 dari rhizosfer tanaman talas di Desa Tlogowaru menunjukkan potensi tertinggi untuk fosfat-solubilizing dengan konsentrasi 6,8 μg.mL-1 pada 48 jam dan pengikatan nitrogen sebesar 2,52 μg.Isolat P1 diidentifikasi sebagai Stenotrophomonas rhizophila dengan kesamaan (99,91%).Isolat P1 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai agen biofertilizer untuk budidaya tanaman talas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menguji potensi isolat P1 sebagai agen biofertilizer untuk meningkatkan produksi tanaman talas di lapangan. (2) Menganalisis lebih lanjut kemampuan isolat P1 dalam meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman talas. (3) Mengkaji interaksi antara isolat P1 dengan mikroorganisme lain dalam rhizosfer talas untuk memahami dinamika komunitas mikroba dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.

Read online
File size1.08 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test