UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Pada akhir tahun 2019, kota Wuhan di China menjadi fokus perhatian dunia karena wabah penyakit pernapasan yaitu Coronavirus. Coronavirus ini memiliki gejala demam (>90%), malaise, batuk kering (80%), sesak napas (20%) serta adanya gangguan pernapasan (15%). Tanda vital lainnya stabil namun terjadi leukopenia dan limfopenia (1). Menurut pedoman tatalaksana covid-19 edisi 4 di Indonesia gejala covid-19 dibagi menjadi 5 yaitu tanpa gejala, ringan, sedang, berat dan kritis (2). Beberapa penelitian telah dilakukan di Indonesia terkait penyebaran covid-19 menggunakan algoritma K-Means dengan provinsi di Indonesia di kelompokkan berdasarkan data kasus positif, meninggal dan sembuh variabel yang digunakan adalah kasus positif dan kasus meninggal per tanggal 19 April 2020 menghasilkan 3 cluster provinsi di Indonesia (3). Pengelompokkan covid-19 dengan algoritma K-means dengan memasukkan data dari umur, jenis kelamin, penyakit penyerta yang mengelompokkan menjadi ringan, sedang dan berat (4). Tidak hanya itu terdapat algoritma lainnya seperti Fuzzy Clustering Methode (FCM) dengan mengetahui tingkat risiko Covid-19 berdasarkan beberapa variabel penentu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperoleh 2 cluster terbaik yaitu “Risiko Tinggi dan “Risiko Rendah (5). Pada algoritma K-Medoid mengelompokkan aplikasi pendukung saat pembelajaran masa pandemi menggunakan menghasilkan 2 cluster yaitu aplikasi yang disukai dan tidak disukai. Pada penelitian ini menyebutkan K-Medoid lebih baik daripada K-Means karena pada K-Medoid menemukan k sebagai representasi objek untuk meminimalkan jumlah ketidaksamaan objek data (6).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelompokkan pasien Covid-19 berdasarkan gejala menggunakan algoritma K-Means menghasilkan 2 cluster yaitu sedang dan berat.Hasil evaluasi cluster menurut nilai DBI yaitu 3.48 dan berdasarkan sillhoutte coefficient yang baik ialah K-Means sebesar 0.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan menambahkan variabel yang lebih mendukung seperti menilai koagulapati pasien dan marker inflamasi APTT, CT-Scan, LED, CRP untuk memudahkan pembagian tingkat keparahan Covid-19. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan mengoptimalkan jumlah cluster menggunakan metode K-Medoids. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan membandingkan algoritma K-Means Clustering dan Fuzzy C-Means untuk penentuan strategi promosi universitas. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memahami dan menangani pandemi Covid-19.

  1. Analisis Gejala Covid-19 di RSUD Yogyakarta dengan Menggunakan Metode K-Means, Fuzzy C-Means dan K-Medoid... doi.org/10.35747/hmj.v9i1.1324Analisis Gejala Covid 19 di RSUD Yogyakarta dengan Menggunakan Metode K Means Fuzzy C Means dan K Medoid doi 10 35747 hmj v9i1 1324
  2. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
  3. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
Read online
File size516.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test