UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Cinchonine memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes, sehingga memerlukan sistem penghantaran untuk mencapai folikel kulit. Gel merupakan bentuk sediaan potensial untuk menghantarkan Cinchonine ke folikel kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula gel menggunakan Simplex Lattice Design (SLD) untuk memperoleh formula Cinchonine-gel yang optimal, serta menentukan stabilitas, aktivitas, dan keamanan Cinchonine-gel. Optimasi Cinchonine-gel menggunakan Simplex Lattice Design dari 8 formula dengan menentukan respons daya sebar, daya lekat, viskositas, dan pH terhadap variasi perubahan eksipien (HPMC dan propilen glikol). Pembuatan Cinchonine-gel (3 replikasi) dilanjutkan dengan evaluasi kualitas, uji stabilitas siklus (6 siklus) dengan paparan suhu 40 dan 4°C, uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan pengamatan zona inhibisi pada jam ke-18 dan 24, serta uji iritasi kulit dengan parameter pengamatan eritema dan edema. Formula optimal adalah Cinchonine 1,5; HPMC 2; propilen glikol 13; DMDM hydantoin 0,2; dan air deionisasi hingga 100%. Preparasi Cinchonine-gel optimal memiliki daya sebar 5,27±0,15 cm, daya lekat 12,01±0,43 detik, viskositas 3730±40,00 cPs, dan pH 6,03±0,06. Stabilitas Cinchonine-gel menurun karena ketidakstabilan HPMC akibat paparan suhu tinggi. Aktivitas Cinchonine-gel pada pengamatan jam ke-18 (7,75±0,22 mm) dan jam ke-24 (5,59±0,38 mm). Cinchonine dan eksipien tidak menyebabkan iritasi. Formula Cinchonine-gel optimal memiliki kualitas dan reproduksibilitas yang tinggi. Gel CN tidak menyebabkan peradangan. Gel CN memiliki aktivitas antibakteri, dengan frekuensi penggunaan yang disarankan adalah 2 kali sehari.

Berdasarkan hasil penelitian, formula gel Cinchonine (CN) optimal terdiri dari CN 1,5%, HPMC 2%, propilen glikol 13%, DMDM hydantoin 0,2%, dan air deionisasi hingga 100%.Sediaan gel CN yang dihasilkan menunjukkan karakteristik mutu yang baik dan memiliki reproduksibilitas yang tinggi.Penelitian ini juga membuktikan bahwa gel CN tidak menyebabkan iritasi kulit dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan kombinasi polimer lain selain HPMC untuk meningkatkan stabilitas gel CN, terutama pada suhu tinggi. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas gel CN dengan formulasi topikal lain yang umum digunakan dalam pengobatan jerawat, seperti antibiotik atau retinoid. Terakhir, penelitian in vivo pada model hewan atau manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan gel CN dalam mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh Cutibacterium acnes, serta untuk menentukan dosis dan frekuensi penggunaan yang optimal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi gel CN sebagai alternatif terapi yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh bakteri Cutibacterium acnes, serta membuka peluang pengembangan produk farmasi baru yang inovatif.

  1. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
  2. Penggunaan Simplex Lattice Design (SLD) dalam Optimasi HPMC dan Propilen Glikol Formula Gel Cinchonine... doi.org/10.35747/hmj.v9i1.1302Penggunaan Simplex Lattice Design SLD dalam Optimasi HPMC dan Propilen Glikol Formula Gel Cinchonine doi 10 35747 hmj v9i1 1302
  3. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
Read online
File size324.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test