USNIUSNI

JURNAL TECHLINKJURNAL TECHLINK

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang merupakan salah satu fasilitas pengelolaan sampah yang menampung ratusan ton sampah setiap hari, sebagian besar berupa sampah organik. Proses dekomposisi anaerob dari sampah organik menghasilkan gas-gas yang berpotensi mencemari udara, di antaranya Amoniak (NH₃) dan Hidrogen Sulfida (H₂S). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi NH₃ dan H₂S di udara ambien di sekitar TPA Cipeucang berdasarkan jarak (0 m, 100 m, 300 m, 900 m) dan waktu pengamatan (pagi, siang, sore). Metode yang digunakan adalah pengukuran langsung dengan spektrofotometri indofenol untuk NH₃ dan metode biru metilen untuk H₂S. Faktor meteorologi seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin juga dicatat untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NH₃ tertinggi adalah 0,981 ppm yang terukur pada pagi hari di pusat TPA, sedangkan konsentrasi H₂S tertinggi adalah 0,273 ppm di lokasi yang sama. Konsentrasi kedua gas menurun seiring bertambahnya jarak dan menunjukkan variasi temporal, di mana konsentrasi lebih tinggi pada pagi dan sore hari dibanding siang hari. Analisis regresi menunjukkan bahwa jarak memiliki pengaruh kuat terhadap konsentrasi H₂S, sementara suhu dan kelembaban hanya berpengaruh lemah. Secara keseluruhan, konsentrasi NH₃ dan H₂S masih berada di bawah baku mutu udara ambien nasional, namun keberadaannya tetap berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan sekitar TPA.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi NH₃ dan H₂S di sekitar TPA Cipeucang masih berada di bawah ambang batas baku mutu udara ambien nasional.Namun demikian, keberadaan gas ini tetap terdeteksi hingga jarak 900 m dan lebih tinggi pada pagi serta sore hari.Pemantauan rutin kualitas udara ambien di sekitar TPA perlu dilakukan.Penerapan penutupan sampah harian (daily cover) untuk mengurangi emisi gas juga diperlukan, serta penelitian lanjutan dengan cakupan waktu lebih panjang dan melibatkan lebih banyak variabel meteorologi.Sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai risiko paparan gas TPA dan langkah mitigasi yang bisa dilakukan juga penting.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai metode penutupan sampah (daily cover) dalam mengurangi emisi gas NH₃ dan H₂S, dengan mempertimbangkan biaya, ketersediaan material, dan kondisi lingkungan setempat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dan kuantifikasi senyawa organik volatil (VOC) lain yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah di TPA Cipeucang, karena VOC juga dapat berkontribusi terhadap pencemaran udara dan dampak kesehatan. Ketiga, studi pemodelan dispersi gas dapat dilakukan untuk memprediksi sebaran konsentrasi NH₃ dan H₂S di sekitar TPA dengan mempertimbangkan berbagai skenario kondisi meteorologi dan topografi, sehingga dapat membantu dalam perencanaan tata ruang dan penentuan zona penyangga (buffer zone) yang optimal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai dampak lingkungan dari TPA Cipeucang dan mendukung pengembangan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Read online
File size261.2 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test