ANANPUBLISHERANANPUBLISHER

ABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Praktik perundungan (bullying) masih kerap dijumpai di lingkungan pesantren dan sering kali dianggap sebagai bentuk keakraban antarsantri. Fenomena ini menegaskan perlunya langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran dan menanamkan nilai-nilai anti-bullying melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan menyentuh realitas kehidupan santri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kampanye pesantren ramah anak dengan menekankan internalisasi nilai anti-bullying di Pesantren Minhajul Huda. Kegiatan dilakukan melalui model KKN tematik berbasis partisipasi, yang melibatkan secara aktif para pengasuh, santri, serta mahasiswa. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap santri terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta saling menghargai. Santri mulai menyadari bahwa perilaku mengejek, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan verbal merupakan tindakan bullying yang harus dicegah.

Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Penguatan Kampanye Ramah Anak.Internalisasi Nilai Anti-Bullying di Pesantren Minhajul Huda, beberapa kesimpulan dapat dirumuskan sebagai berikut.Kampanye terbukti mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap nilai-nilai anti-bullying.Kegiatan partisipatif mendorong antusiasme tinggi, menumbuhkan empati, serta memperkuat kerja sama antar-santri.Upaya yang disarankan untuk memperkuat internalisasi nilai anti-bullying meliputi diskusi kelompok dan refleksi rutin, role play atau simulasi, monitoring serta evaluasi berkelanjutan oleh pengurus dan guru, serta integrasi nilai anti-bullying dalam seluruh aktivitas akademik maupun non-akademik di pesantren.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku bullying di lingkungan pesantren, dengan fokus pada perbedaan karakteristik santri (misalnya, usia, jenis kelamin, latar belakang sosial ekonomi) dan jenis-jenis bullying yang paling sering terjadi. Kedua, penting untuk mengembangkan model intervensi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, yang tidak hanya melibatkan pihak pesantren tetapi juga orang tua santri dan masyarakat sekitar, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan bullying secara holistik. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran yang valid dan reliabel untuk mengukur efektivitas program anti-bullying di pesantren, sehingga dapat memberikan umpan balik yang berguna untuk perbaikan program di masa depan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan positif bagi seluruh santri.

Read online
File size750.75 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test