UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Kabupaten Fakfak merupakan salah satu daerah di provinsi Papua Barat yang memiliki sumber daya alam nabati yang cukup melimpah salah satunya bayam merah. Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan sayuran yang memiliki rasa pahit sehingga kurang disukai oleh masyarakat. Bayam merah dapat diolah menjadi cemilan sehingga lebih sering dikomsumsi semua kalangan. Cemilan sayur bayam merah dibuat dalam bentuk keripik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penambahan bahan pelapis (mocaf, tepung beras, dan CMC) terhadap tingkat kesukaan keripik bayam merah. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor (konsentrasi mocaf:tepung beras:CMC) dan 4 perlakuan yang terdiri dari P0 (50%:0%:0%); P1 (45%:5%:0,4%); P2 (40%:10%:0,8%); dan P3 (35%:15%:1,2%). Teknik pengumpulan data menggunakan uji organoleptik dengan skala 1 (sangat tidak suka)-7 (sangat suka) sebanyak 70 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa dan tekstur. Teknik analisis data dengan menggunakan uji Chi-Square Tests dan dilanjutkan uji Duncans Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikan 95% (α=5%). Penentuan formula terbaik keripik bayam merah diolah dengan metode De Garmo berupa indeks efektivitas dengan prosedur pembobotan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan bahan pelapis (mocaf, tepung beras, dan CMC) terhadap tingkat kesukaan keripik bayam merah yaitu tidak berpengaruh nyata (p˃0,05) pada parameter warna, aroma, rasa dan berpengaruh nyata (p˂0,05) pada parameter tekstur. Formula terbaik keripik bayam merah adalah perlakuan P3 (mocaf 35%:tepung beras 15%:CMC 1,2%) dengan nilai kesukaan warna yaitu 5,57 (mendekati suka); aroma yaitu 5,81 (mendekati suka); rasa yaitu 6,21 (mendekati sangat suka); dan tekstur yaitu 6,55 (mendekati sangat suka).

Penambahan bahan pelapis (mocaf, tepung beras, dan CMC) tidak berpengaruh nyata pada parameter warna, aroma, dan rasa, namun berpengaruh nyata pada parameter tekstur keripik bayam merah.Formula terbaik keripik bayam merah adalah perlakuan P3 (mocaf 35%.CMC 1,2%) dengan tingkat kesukaan yang mendekati suka hingga sangat suka pada semua parameter yang diuji.Penelitian ini memberikan informasi penting dalam pengembangan produk keripik bayam merah yang lebih disukai konsumen.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kombinasi bahan pelapis lain, seperti penggunaan tepung umbi-umbian lokal selain mocaf dan tepung beras, untuk meningkatkan nilai gizi dan cita rasa keripik bayam merah. Kedua, studi tentang pengaruh metode pengeringan yang berbeda terhadap kualitas tekstur dan kandungan nutrisi keripik bayam merah perlu dilakukan, mengingat metode pengeringan dapat memengaruhi karakteristik akhir produk. Ketiga, penelitian mengenai umur simpan keripik bayam merah dengan berbagai jenis kemasan dan penambahan bahan pengawet alami dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan produk dan menjaga kualitasnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan industri keripik bayam merah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Read online
File size313.06 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test