UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Pir (Pyrus pyrifolia) merupakan buah tropis yang memiliki rasa manis, tekstur renyah, dan kandungan air tinggi. Pir potong memiliki umur simpan singkat yaitu 3-5 hari akibat pencoklatan enzimatis dan kerusakan fisik pasca pemotongan. Salah satu metode untuk memperpanjang umur simpan adalah penggunaan pelapis edible. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sodium alginat dan kalsium klorida sebagai coating buah pir potong dalam mempertahankan kualitas fisik, dan memperpanjang umur simpan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, faktor pertama konsentrasi sodium alginat dan faktor kedua konsentrasi kalsium klorida. Pelapisan buah pir dilakukan dengan pembuatan larutan sodium alginat dan kalsium klorida dengan masing-masing konsentrasi 1% dan 2%. Proses pelapisan dilakukan dengan metode pencelupan (dipping). Buah pir dicuci kemudian dikupas kulitnya. Sampel kemudian dicelupkan ke dalam larutan sodium alginat selama 2 menit, dan selanjutnya dicelupkan ke dalam larutan kalsium klorida selama 1 menit. Kemudian buah pir disimpan dalam suhu 4°C dan diuji selama 0, 6, 12 hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian coating menggunakan sodium alginat dan kalsium klorida mampu menekan peningkatan susut bobot, total padatan terlarut, dan mempertahankan nilai warna buah pir. Pada konsentrasi sodium alginat 2% dan kalsium klorida 1% berpengaruh dalam memperlambat penurunan mutu buah pir selama penyimpanan.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Perlakuan coating mampu menekan peningkatan susut bobot, mempertahankan warna (nilai L*, a*, b*), dan berpengaruh terhadap nilai total padatan terlarut (TPT) yang relatif lebih stabil lebih dibandingkan kontrol.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi sodium alginat 2% dan kalsium klorida 1% berpotensi diaplikasikan sebagai perlakuan operasional pada industri buah potong segar untuk memperpanjang umur simapn dan menjaga mutu produk selama distribusi dan penyimpanan dingin.Penerapan coating ini dapat menjadi alternatid teknologi pascapanen yang relatif sederhana, aman, dan mudah diimplementasikan dalam skala komersial.Saran yang diberikan adalah perlunya uji mikrobiologis seperti Total Plate Count (TPC) untuk mengetahui efektivitas coating dalam menekan pertumbuhan mikroba selama penyimpanan.Selain itu, perlu juga dilakukan pengujian sensori untuk mengetahui kelayakan konsumsi buah pir yang telah diberi coating dan penelitian lebih lanjut mengenai ketebalan edible coating untuk mendukung hasil interpretasi hasil yang lebih akurat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengujian mikrobiologis seperti Total Plate Count (TPC) untuk mengetahui efektivitas coating dalam menekan pertumbuhan mikroba selama penyimpanan. Selain itu, pengujian sensori juga perlu dilakukan untuk memastikan kelayakan konsumsi buah pir yang telah diberi coating. Penelitian lebih lanjut mengenai ketebalan edible coating juga dapat dilakukan untuk mendukung interpretasi hasil yang lebih akurat. Apakah ketebalan coating yang optimal dapat mempengaruhi kualitas fisik dan umur simpan buah pir potong? Bagaimana pengaruh ketebalan coating terhadap permeabilitas uap air dan difusi oksigen ke dalam jaringan buah? Apakah ada hubungan antara ketebalan coating dan kemampuan menahan respirasi buah selama penyimpanan? Penelitian ini dapat membantu menentukan ketebalan coating yang ideal untuk mempertahankan kualitas dan umur simpan buah pir potong.

  1. THE EFFECT OF SODIUM ALGINATE - CALCIUM CHLORIDE AS AN EDIBLE COATING ON WEIGHT LOSS, TPT AND COLOR OF... doi.org/10.32585/ags.v10i1.7869THE EFFECT OF SODIUM ALGINATE CALCIUM CHLORIDE AS AN EDIBLE COATING ON WEIGHT LOSS TPT AND COLOR OF doi 10 32585 ags v10i1 7869
  2. Pengaruh Pelapis dapat Dimakan dari Karagenan terhadap Mutu Melon Potong dalam Penyimpanan Dingin | Darmajana... doi.org/10.22146/agritech.10377Pengaruh Pelapis dapat Dimakan dari Karagenan terhadap Mutu Melon Potong dalam Penyimpanan Dingin Darmajana doi 10 22146 agritech 10377
  3. Pengaruh Kadar Air Awal pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Susut Bobot dan Tingkat Kekerasan... doi.org/10.32662/gatj.v2i1.538Pengaruh Kadar Air Awal pada Bawang Merah Allium ascalonicum L terhadap Susut Bobot dan Tingkat Kekerasan doi 10 32662 gatj v2i1 538
Read online
File size333.52 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test