UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sifat mikroenkapsulasi ekstrak umbi Dioscorea hispida Dennts. yang diproses menggunakan metode thin layer drying serta menilai kemampuan hasil mikroenkapsulasi tersebut sebagai bioherbisida terhadap gulma berdaun lebar. Ekstrak disiapkan dalam tiga tingkat konsentrasi, yaitu 20%, 30%, dan 40% dengan 3 kali ulangan, kemudian masing-masing ekstrak dicampur dengan maltodekstrin dan tween 80 sebagai bahan penyalut sebelum melalui tahap pengeringan untuk menghasilkan serbuk mikrokapsulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa mikrokapsulasi memiliki bentuk bulat, stabil, dan mampu mencapai efisiensi yang tinggi. Pengamatan menggunakan SEM mengungkapkan adanya dua lapisan yang menandakan bahwa senyawa aktif terperangkap dengan baik di dalam matriks penyalut. Metode uji toksisitas (%) dilakukan dengan mengamati secara visual dengan penggunaan metode skoring. Uji fitotoksisitas terhadap gulma Ageratum conyzoides menunjukkan adanya gejala keracunan paling tinggi pada konsentrasi 40% dengan skoring 20% yang terlihat mengalami klorosis, kerontokan daun, serta gangguan fisiologis. Ageratum conyzoides menunjukkan tingkat fitotoksisitas sebesar 20%. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa mikroenkapsulasi ekstrak Dioscorea hispida Dennts. berpotensi besar digunakan sebagai bioherbisida alami untuk menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar.

Penelitian ini menunjukkan bahwa proses mikroenkapsulasi ekstrak umbi Dioscorea hispida menggunakan metode thin layer drying berhasil menghasilkan mikrokapsul yang stabil, berbentuk bulat, serta memiliki efisiensi enkapsulasi yang tinggi.Senyawa bioaktif, khususnya alkaloid dioscorin, terperangkap secara optimal sehingga lebih terlindungi dan tidak mudah mengalami degradasi.Aplikasi mikrokapsul sebagai bioherbisida tertinggi terdapat pada konsentrasi 40% yang memberikan respons fitotoksik sebesar 20% terhadap gulma Ageratum conyzoides.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi bioherbisida mikroenkapsulasi ekstrak umbi Dioscorea hispida Dennst. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi secara detail senyawa-senyawa aktif spesifik dalam ekstrak umbi yang berkontribusi terhadap efek fitotoksik terhadap berbagai jenis gulma. Hal ini dapat dilakukan melalui analisis metabolomik dan bioassay yang lebih komprehensif. Kedua, studi mengenai pengaruh berbagai jenis bahan penyalut dan metode enkapsulasi terhadap stabilitas, efisiensi enkapsulasi, dan pelepasan terkontrol senyawa aktif perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini dapat membantu mengoptimalkan formulasi bioherbisida mikroenkapsulasi agar lebih efektif dan tahan lama. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas bioherbisida mikroenkapsulasi ini dalam kondisi lapangan yang sesungguhnya, termasuk pengaruh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya terhadap kinerja bioherbisida. Penelitian ini dapat dilakukan melalui percobaan lapangan terkontrol dengan membandingkan efektivitas bioherbisida mikroenkapsulasi dengan herbisida kimia konvensional, serta mengevaluasi dampak potensialnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

  1. THE EFFECT OF MICROENCAPSULATION METHOD OF THIN-LAYER DRYING OF Dioscorea hispida Dennts. TUBERS ON THE... doi.org/10.32585/ags.v10i1.7558THE EFFECT OF MICROENCAPSULATION METHOD OF THIN LAYER DRYING OF Dioscorea hispida Dennts TUBERS ON THE doi 10 32585 ags v10i1 7558
Read online
File size642.6 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test