UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian PsikologiPsikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi

Anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan pengasuh untuk merawat mereka dan memberikan bantuan penuh atau sebagian dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari, termasuk menjalani terapi, bersekolah, menerima pengobatan, dan menjalankan rutinitas harian mereka. Hal ini dapat menyebabkan stres dan beban perawatan bagi pengasuh, yang berarti pengasuh membutuhkan kompetensi emosional; penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kompetensi tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi cross-sectional, data dikumpulkan dari 120 pengasuh yang dipilih secara purposive dari Yayasan Yamet di Jawa Tengah. Instrumen penelitian meliputi Profile of Emotional Competence, Centrality of Religiosity Scale, Resilience Scale, dan Parenting Stress Scale. Data dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan Lisrel. Temuan menunjukkan bahwa model yang diajukan berhasil menangkap hubungan antara stres pengasuhan, resiliensi, religiusitas, dan kompetensi emosional. Stres pengasuhan secara signifikan dan negatif memengaruhi kompetensi emosional, dengan koefisien jalur β = -.39, t = -5.29, di mana tingkat stres yang lebih tinggi berkorelasi dengan berkurangnya resiliensi dan religiusitas. Selain itu, resiliensi dan religiusitas bertindak sebagai variabel mediator, dengan skor z = -2.346 untuk religiusitas dan z = -2.017 untuk resiliensi, yang berarti kedua variabel tersebut bertindak sebagai mediator. Namun, resiliensi dan religiusitas tidak saling memengaruhi secara langsung. Penelitian ini menyarankan bahwa meningkatkan resiliensi dan religiusitas orang tua dapat meredam dampak stres pengasuhan terhadap kompetensi emosional. Oleh karena itu, program dukungan psikososial harus mengintegrasikan pendekatan pembangunan resiliensi dan berbasis spiritual untuk memberdayakan keluarga anak-anak berkebutuhan khusus.

Studi ini berhasil mengembangkan model kompetensi emosional orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, yang dipengaruhi oleh stres pengasuhan, religiusitas, dan resiliensi.Ditemukan bahwa stres pengasuhan secara signifikan memengaruhi kompetensi emosional serta menurunkan resiliensi dan religiusitas.Selain itu, religiusitas dan resiliensi berfungsi sebagai variabel mediator yang memperkuat hubungan negatif antara stres pengasuhan dan kompetensi emosional, meskipun keduanya tidak saling memengaruhi secara langsung.

Studi lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita mengenai dinamika stres pengasuhan, resiliensi, religiusitas, dan kompetensi emosional pada pengasuh anak berkebutuhan khusus. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan penelitian longitudinal yang mengamati bagaimana faktor-faktor ini berkembang dan berinteraksi seiring waktu, misalnya selama periode transisi penting dalam kehidupan anak atau seiring perubahan tuntutan perawatan. Hal ini akan memberikan wawasan tentang pola perubahan dan stabilitas kompetensi emosional, serta peran resiliensi dan religiusitas sebagai penyangga jangka panjang terhadap stres pengasuhan. Kedua, mengingat keterbatasan jenis anak berkebutuhan khusus yang diteliti, penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan subjek untuk mencakup kategori disabilitas lain atau populasi pengasuh dari wilayah geografis yang berbeda di Indonesia. Pertanyaan penelitian bisa berfokus pada apakah model hubungan yang ditemukan dalam studi ini tetap konsisten atau bervariasi secara signifikan di antara kelompok disabilitas yang beragam, dan implikasi perbedaan budaya atau sosial terhadap pengalaman pengasuh. Ketiga, berdasarkan temuan bahwa resiliensi dan religiusitas dapat meredam dampak stres, disarankan untuk merancang dan menguji efektivitas program intervensi yang secara spesifik menargetkan peningkatan resiliensi dan penguatan spiritualitas pengasuh. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metodologi terbaik untuk mengintegrasikan pendekatan berbasis resiliensi dan spiritual dalam modul dukungan psikososial, serta mengukur dampaknya terhadap kompetensi emosional dan kualitas hidup pengasuh. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memperkaya teori tetapi juga memberikan panduan praktis untuk pengembangan kebijakan dan program dukungan yang lebih komprehensif.

  1. Validity and Reliability of Parenting Stress Construct among Mothers of Children with Autistic Spectrum... doi.org/10.22146/jpsi.43744Validity and Reliability of Parenting Stress Construct among Mothers of Children with Autistic Spectrum doi 10 22146 jpsi 43744
  2. Confirmatory Analysis of the Indonesian Version of the Centrality Religiosity Scale | Nugraha | MIMBAR... ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/8755Confirmatory Analysis of the Indonesian Version of the Centrality Religiosity Scale Nugraha MIMBAR ejournal unisba ac index php mimbar article view 8755
  3. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi. spiritual mindfulness therapy intervention reduce depression... doi.org/10.21580/pjpp.v10i1.23690Psikohumaniora Jurnal Penelitian Psikologi spiritual mindfulness therapy intervention reduce depression doi 10 21580 pjpp v10i1 23690
  1. #ahmad dahlan#ahmad dahlan
  2. #social conflict#social conflict
Read online
File size894.86 KB
Pages22
Short Linkhttps://juris.id/p-Ws
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test