UMBJMUMBJM

Journal of Nursing and Health EducationJournal of Nursing and Health Education

Maag adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan mukosa lambung yang menyebabkan peradangan dan mengakibatkan pembengkakan di mukosa lambung hingga terlepasnya epitel pada gangguan saluran cerna. Penyakit maag di Indonesia banyak dialami oleh remaja hingga orang-orang yang lanjut usia. Penyebabnya yakni kurangnya faktor pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab Maag. Kejadian maag di dunia saat ini relatif cukup tinggi. Menurut World Health Organization (WHO 2012), angka kejadian maag sekitar 1,8-2,1 dari jumlah penduduk setiap tahunnya dengan hasil persentase dari kejadian maag di dunia, antaranya Inggris 22%, Jepang 14,5%, Prancis 29,5% dan China 31%. Pada tahun 2014 dari data yang ditemukan di Dinkes Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan maag adalah termasuk penyakit dari 20 penyakit terbanyak yang terjadi di kota Banjarmasin dengan angka kejadian 25.950 orang dan data yang ditemukan dari Dinkes Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2019 dengan kasus sebanyak 4.637. Pada Tahun 2020 penyakit maag termasuk penyakit terbanyak di Kalimantan selatan dengan urutan ke 3 dengan jumlah kasus yaitu 18,213.

Berdasarkan hasil yang didapatkan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi angkatan 2018 di Universitas Sari Mulia pada kategori baik, sedangkan sikap memiliki kategori positif, penggunaan obat swamedikasi maag termasuk dalam kategori penggunaan yang rasional.Hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa di Universitas Sari Mulia terhadap swamedikasi maag dengan uji statistik Spearman Rho memiliki hasil analisis nilai signifikansi dengan arah korelasi positif ( ) yang menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan penggunaan obat swamedikasi maag.Sedangkan pada hubungan sikap terhadap swamedikasi maag memiliki nilai signifikansi dengan arah korelasi positif ( ) yang menunjukkan adanya hubungan antara sikap dan penggunaan obat swamedikasi maag.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan pengetahuan mahasiswa tentang swamedikasi maag. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah ada perbedaan signifikan antara mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan dalam hal pengetahuan dan sikap terhadap swamedikasi maag. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap swamedikasi maag di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada upaya peningkatan kesehatan dan edukasi mahasiswa dalam mengelola maag secara mandiri dan bertanggung jawab.

Read online
File size357.77 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test