UMBJMUMBJM

IdealektikIdealektik

Sastra adalah bagian integral kebudayaan, menceritakan berbagai aspek kehidupan dengan cara imajinatif kreatif, sekaligus masuk akal. Melalui karya sastra dapat dibayangkan tingkat kemajuan kebudayaan, gambaran tradisi yang sedang berlangsung serta kehidupan masyarakat yang telah dicapai pada masa tertentu. Novel Tegaknya Masjid Kami karya Tajuddin Noor Ganie adalah salah satu karya sastra yang menceritakan tentang masyarakat Banjar di zaman Sultan Suriansyah. Oleh karena itu, untuk mengetahui gambaran tradisi dan kebudayaan zaman yang bersejarah dari Kalimantan Selatan tersebut, maka peneliti tertarik mengkaji etnografi masyarakat Banjar di zaman Sultan Suriansyah dalam novel Tegaknya Masjid Kami.

Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Kajian Etnografi Masyarakat Banjar di Zaman Sultan Suriansyah dalam Novel Tegaknya Masjid Kami, mendeskripsikan tentang 1) sistem bahasa yang meliputi, nama/ Julukan dan gelar kebangsawanan, 2) sistem mata pencaharian yaitu meramu dan mencari ikan, 3) organisasi sosial seperti aturan pemerintahan dan aturan pesta 4) sistem kepercayaan seperti upacara adat dan mitos.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: . . 1. Menganalisis lebih dalam tentang sistem bahasa masyarakat Banjar, termasuk etimologi dan evolusi bahasa mereka. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas dan sejarah masyarakat Banjar.. . 2. Melakukan studi komparatif antara sistem mata pencaharian masyarakat Banjar di masa lalu dengan sistem ekonomi modern saat ini. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di Kalimantan Selatan.. . 3. Menjelajahi lebih jauh tentang sistem kepercayaan dan mitos masyarakat Banjar, termasuk upacara adat dan ritual mereka. Dengan memahami aspek-aspek ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang budaya dan nilai-nilai masyarakat Banjar.

Read online
File size362.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test