STIKESMUCISSTIKESMUCIS

Asy-Syifa : Journal of Science and Technology NursingAsy-Syifa : Journal of Science and Technology Nursing

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dan sikap terhadap pantangan makanan pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Sadananya Community Health Center dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang disebarkan melalui Google Forms untuk menilai pengetahuan gizi dan sikap responden terhadap pembatasan makanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi yang baik dan sikap positif terhadap konsumsi makanan bergizi. Analisis statistik menghasilkan nilai ρ sebesar 0,049 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan sikap terhadap pantangan makanan. Responden dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi cenderung menunjukkan perilaku yang lebih rasional dalam pemilihan makanan selama periode postpartum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan profesional sangat penting untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang gizi seimbang, mendukung pemulihan postpartum, dan mempromosikan kesehatan ibu dan bayi.

Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan sikap terhadap pantangan makanan pada ibu postpartum.Oleh karena itu, edukasi kesehatan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan profesional sangat penting untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang gizi seimbang, mendukung pemulihan postpartum, dan mempromosikan kesehatan ibu dan bayi.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar ibu memiliki pengetahuan gizi yang baik, masih terdapat beberapa yang mempraktikkan pantangan makanan yang tidak didukung oleh bukti ilmiah.Diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengubah perilaku ibu postpartum melalui pendekatan yang komprehensif dan melibatkan keluarga.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku pantangan makanan pada ibu postpartum, seperti dukungan suami, pengaruh media sosial, dan tingkat pendidikan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam alasan di balik praktik pantangan makanan dan bagaimana cara terbaik untuk mengubah perilaku tersebut. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi gizi yang disesuaikan dengan budaya dan kepercayaan masyarakat setempat dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap ibu postpartum terhadap pantangan makanan. Dengan menggabungkan temuan-temuan ini, diharapkan dapat dikembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu postpartum dan bayi.

  1. Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas melalui Edukasi Kebutuhan Gizi pada Masa Nifas | Jurnal Pustaka Mitra... doi.org/10.55382/jurnalpustakamitra.v4i1.659Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas melalui Edukasi Kebutuhan Gizi pada Masa Nifas Jurnal Pustaka Mitra doi 10 55382 jurnalpustakamitra v4i1 659
  2. The Effect of the Use of Hallobumil Application to Primigravid Pregnant Women’s Anxiety - IOPscience.... doi.org/10.1088/1742-6596/1477/6/062016The Effect of the Use of Hallobumil Application to Primigravid Pregnant WomenyAAAos Anxiety IOPscience doi 10 1088 1742 6596 1477 6 062016
  3. Hubungan Pengetahuan, Pendapatan Dan Makanan Pantangan Dengan Pola Makan Pada Ibu Nifas | Indonesian... doi.org/10.47134/inhis.v1i1.20Hubungan Pengetahuan Pendapatan Dan Makanan Pantangan Dengan Pola Makan Pada Ibu Nifas Indonesian doi 10 47134 inhis v1i1 20
Read online
File size281.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test