UNISSULAUNISSULA

Jurnal Ilmiah Sultan AgungJurnal Ilmiah Sultan Agung

Pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Wonosobo, terutama tanaman pangan yang tumbuh di daerah dataran tinggi. Namun, penentuan komoditas unggulan belum didasarkan pada analisis terintegrasi dan terukur. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi komoditas unggulan tanaman pangan serta memetakan potensinya menggunakan pendekatan ekonomi-spasial untuk memperkuat ekonomi lokal. Metode yang diterapkan meliputi Location Quotient (LQ), Shift Share Analysis (SSA), analisis daya saing eksternal, dan analisis nilai ekonomi. Analisis spasial dilakukan melalui penilaian skor dan overlay berbobot berdasarkan tutupan lahan, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, jarak ke irigasi, serta jarak ke jalan utama. Hasilnya menunjukkan kentang sebagai komoditas utama di Wonosobo karena keunggulan komparatif dan kompetitifnya yang tinggi, daya saing eksternal yang kuat, serta nilai ekonomi tertinggi sebesar Rp 5.417 triliun. Ubi kayu dan ubi jalar tergolong komoditas potensial menengah, sementara padi berfungsi sebagai komoditas dasar dan jagung sebagai pendukung. Temuan ini menyarankan penguatan ekonomi lokal fokus pada kentang sebagai prioritas utama, didukung oleh lahan yang sesuai dan karakteristik wilayah.

Komoditas unggulan utama tanaman pangan di Kabupaten Wonosobo adalah kentang, yang menonjol dengan nilai ekonomi tertinggi dan daya saing terbaik.Wilayah dengan potensi pengembangan terbesar berada di kawasan dataran tinggi, khususnya Kecamatan Kejajar, Garung, dan Mojotengah.Integrasi analisis ekonomi dan spasial terbukti efektif untuk menentukan prioritas wilayah pengembangan serta optimalisasi penguatan ekonomi lokal melalui fokus pada kentang dan diversifikasi ubi jalar serta ubi kayu.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh perubahan iklim jangka panjang terhadap kesesuaian lahan untuk kentang di dataran tinggi Wonosobo, dengan memproyeksikan parameter seperti curah hujan, suhu, dan jenis tanah hingga tahun 2040 menggunakan model spasial dinamis. Kedua, penting untuk mengkaji potensi pengembangan sistem pertanian campuran (integrated farming) antara kentang dengan ubi kayu atau ubi jalar, termasuk analisis efisiensi lahan, rotasi tanaman, dan peningkatan pendapatan petani secara holistik. Ketiga, perlu dieksplorasi model pemasaran berbasis digital dan rantai pasok lokal yang dapat memperkuat daya saing kentang Wonosobo, dengan fokus pada pertanyaan bagaimana platform digital dapat menghubungkan petani langsung dengan konsumen atau industri pengolahan tanpa perantara. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan kini dengan dimensi keberlanjutan, diversifikasi sistem, dan integrasi ekonomi modern yang lebih dalam.

  1. Analisis Lokasi dan Produk Unggulan untuk Pengembangan Pertanian di Kabupaten Pekalongan | Nugara | Jurnal... doi.org/10.14710/jwl.13.1.12-32Analisis Lokasi dan Produk Unggulan untuk Pengembangan Pertanian di Kabupaten Pekalongan Nugara Jurnal doi 10 14710 jwl 13 1 12 32
Read online
File size247.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test