POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and ScienceLatar Belakang: Resistensi mikroba terhadap antimikroba menjadi masalah kesehatan global. Tahun 2017 WHO membagi antibiotik dalam kategori AWaRe: Acces, Watch dan Reserve. Kategori reserve adalah antibiotik cadangan, hanya tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut, dikaji oleh apoteker, dan disetujui oleh PGA dan PPRA rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pola kepekaan bakteri resisten antibiotik kategori reserve pada spesimen mikrobiologis di Rumah Sakit Advent. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu pengambilan data pada peristiwa yang sudah terjadi, diambil dari hasil pemeriksaan kultur dan uji kepekaan bakteri di Rumah Sakit Advent Bandung kurun waktu Agustus 2022 - Agustus 2023 sebagai data sekunder, dan data primer dari September - Oktober 2023. Hasil: Hasil penelitian dari 996 spesimen yang dikirim ke laboratorium, diperoleh 217 isolat bakteri (21,79%). Berdasarkan pewarnaan Gram, Gram negatif diketahui memiliki jumlah sebesar 169 isolat (77,89%), sedangkan Gram positif 48 isolat (22,11%). Pola kepekaan bakteri resisten kategori reserve pada Gram negatif yang paling banyak adalah Acinetobacter baumannii, dari 34 isolat didapat 28 isolat resisten (82,35%), dan Salmonella typhi dari 4 isolat semua isolat resisten (100%) terhadap antibiotik Cefepime. Pada antibiotik Aztreonam, hanya bakteri Pseudomonas aeruginosa yang menggunakan, dari 31 isolat ditemukan 13 isolat resisten (41,93%), sedangkan pada antibiotik golongan Colistin paling banyak ditemukan resisten pada Pseudomonas aeruginosa, dari 31 isolat ditemukan 4 isolat resisten (12,90%). Pada Gram positif yang diperiksa hanya antibiotik Linezolid saja, ditemukan paling banyak pada Staphylococcus aureus, dari 29 isolat ditemukan 3 isolat resisten (10,34%).
Bakteri yang resisten terhadap antibiotik kategori reserve di Rumah Sakit Advent Bandung cukup tinggi, terutama pada bakteri Gram negatif seperti Acinetobacter baumannii dan Salmonella typhi yang menunjukkan resistensi tinggi terhadap Cefepime.Pseudomonas aeruginosa juga menunjukkan resistensi terhadap Aztreonam dan Colistin, meskipun tingkatnya lebih rendah.Pada bakteri Gram positif, resistensi terhadap Linezolid ditemukan terutama pada Staphylococcus aureus, namun masih dalam persentase yang relatif rendah.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk memahami faktor-faktor risiko klinis yang berkontribusi terhadap munculnya resistensi pada Acinetobacter baumannii dan Salmonella typhi di rumah sakit, seperti durasi rawat inap, riwayat penggunaan antibiotik sebelumnya, dan jenis perawatan invasif yang diterima pasien. Kedua, penelitian tentang dinamika perubahan pola resistensi Pseudomonas aeruginosa terhadap Colistin dan Aztreonam secara longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan antibiotik kategori reserve dari waktu ke waktu. Ketiga, diperlukan studi mengenai efektivitas program stewardship antibiotik di rumah sakit dalam menekan penyebaran resistensi, khususnya pada penggunaan antibiotik cadangan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi kebijakan penggunaan antibiotik berdasarkan panduan AWaRe. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan strategi pencegahan resistensi yang lebih tepat sasaran dan terukur. Fokus pada spesimen sputum dan darah juga perlu diperkuat karena merupakan sumber isolat dominan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi konsistensi penerapan kategori AWaRe antara pedoman WHO dan Kemenkes RI guna menyelaraskan praktik klinis. Dengan pendekatan multidimensi ini, rumah sakit dapat lebih efektif dalam mengelola ancaman resistensi antibiotik. Hasilnya diharapkan dapat mendukung kebijakan penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan berkelanjutan. Studi serupa juga sebaiknya dilakukan di rumah sakit lain untuk memperoleh gambaran nasional. Temuan lokal ini menjadi dasar penting untuk intervensi yang lebih luas dan sistematis.
| File size | 326.42 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR sehingga penanganan perkara anak harus dilakukan secara profesional dengan kesiapan aparat penegak hukum, mengedepankan hak‑hak anak, serta memperhatikansehingga penanganan perkara anak harus dilakukan secara profesional dengan kesiapan aparat penegak hukum, mengedepankan hak‑hak anak, serta memperhatikan
ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA Luaran dari kegiatan ini adalah produk hasil pengabdian dan jurnal. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di Panti Asuhan Abba, dapat disimpulkanLuaran dari kegiatan ini adalah produk hasil pengabdian dan jurnal. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di Panti Asuhan Abba, dapat disimpulkan
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap beberapa studi yang membahas penggunaan kombinasi obat, khususnya ACEI-CCB dan ARB-CCB. Hasil menunjukkanMetode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap beberapa studi yang membahas penggunaan kombinasi obat, khususnya ACEI-CCB dan ARB-CCB. Hasil menunjukkan
UNMUHUNMUH Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah anak >3 (OR=4,26) dan pemberian MPASI yang tidak adekuat (OR=3,97) merupakan prediktor paling kuat. Temuan iniHasil analisis menunjukkan bahwa jumlah anak >3 (OR=4,26) dan pemberian MPASI yang tidak adekuat (OR=3,97) merupakan prediktor paling kuat. Temuan ini
UNMUHUNMUH Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan kondisi sosial, serta kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi kesehatan yang merata, tantanganPerbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan kondisi sosial, serta kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi kesehatan yang merata, tantangan
UMLAUMLA Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insidensi ulkus dekubitus di rumah sakit dapat mencapai 10-30%, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada pasienMenurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insidensi ulkus dekubitus di rumah sakit dapat mencapai 10-30%, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada pasien
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pengasuh sebagai fasilitator komunikasi yang inklusif untuk meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. KepercayaanPenelitian ini menegaskan pentingnya peran pengasuh sebagai fasilitator komunikasi yang inklusif untuk meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. Kepercayaan
IDID Secara khusus, prevalensi anemia pada anak usia sekolah dan remaja hampir tiga kali lipat (Linder, 1958). Menurut data hasil Riskedas tahun 2013 remajaSecara khusus, prevalensi anemia pada anak usia sekolah dan remaja hampir tiga kali lipat (Linder, 1958). Menurut data hasil Riskedas tahun 2013 remaja
Useful /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Kedisiplinan sangatlah penting dilihat dari begitu banyaknya kegiatan yang harus dikerjakan oleh anak panti asuhan. Untuk menumbuhkan kedisiplinan tersebutKedisiplinan sangatlah penting dilihat dari begitu banyaknya kegiatan yang harus dikerjakan oleh anak panti asuhan. Untuk menumbuhkan kedisiplinan tersebut
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkanMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan
UNMUHUNMUH Selain itu, peraturan tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip penataan organisasi perangkat daerah yang rasional, proporsional, efektif, dan efisien sebagaimanaSelain itu, peraturan tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip penataan organisasi perangkat daerah yang rasional, proporsional, efektif, dan efisien sebagaimana
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Sampel merupakan penderita Tuberkulosis paru BTA positif di RSUD Cideres Majalengka pada bulanMetode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Sampel merupakan penderita Tuberkulosis paru BTA positif di RSUD Cideres Majalengka pada bulan