POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Rokok mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya salah satunya adalah nikotin. Zat tersebut dapat menstimulasi sistem simpatis adrenal yang menyebabkan peningkatan sekresi adrenalin di korteks adrenal dimana bagian ini merupakan tempat medulla adrenal berperan menghasilkan hormon adrenalin dan non-adrenalin saat stress yang dapat meningkatkan konsentrasi serum free fatty acid (FFA), lebih lanjut merangsang sintesis dan sekresi kolesterol di hati, seperti: mensekresi very low-density lipoprotein (VLDL) di hati dan dengan demikian meningkatkan kadar trigliserida darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang responden yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dalam darah menggunakan fotometer. Hasil penelitian ini menggunakan uji T independent didapatkan rata-rata kadar trigliserida pada perokok aktif sebesar 154,96 mg/dL, sedangkan pada perokok pasif didapatkan hasil sebesar 104,70 mg/dL. Kesimpulannya secara rerata terdapat perbedaan rerata antara kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas.

Rerata kadar trigliserida perokok aktif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas sebesar 154,96 ± 80,44 mg/dL, sedangkan pada perokok pasif sebesar 104,70 ± 43,65 mg/dL.Berdasarkan uji T independent, diperoleh nilai p sebesar 0,074 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar trigliserida antara perokok aktif dan perokok pasif.Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan secara numerik, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan representatif untuk memperkuat temuan mengenai hubungan paparan asap rokok dengan kadar trigliserida, mengingat keterbatasan jumlah sampel pada penelitian ini. Kedua, diperlukan studi longitudinal untuk melihat pengaruh jangka panjang merokok aktif maupun pasif terhadap perubahan kadar trigliserida seiring waktu, bukan hanya melalui pendekatan cross-sectional. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian yang mengintegrasikan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kadar trigliserida seperti pola makan, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol secara komprehensif agar dapat memisahkan pengaruh rokok dari faktor risiko metabolik lainnya. Penelitian-penelitian tersebut akan membantu memahami lebih dalam mekanisme biologis dan dampak kesehatan dari paparan rokok, baik aktif maupun pasif, terutama di lingkungan kerja terbuka seperti terminal. Selain itu, pendekatan multivariat dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu. Studi di lokasi berbeda juga dapat memberikan gambaran yang lebih luas. Penelitian yang melibatkan intervensi edukasi kesehatan terhadap pekerja terminal juga layak dipertimbangkan. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, kebijakan kesehatan di tempat kerja dapat dirancang lebih efektif. Temuan dari studi lanjutan dapat mendukung kampanye antirokok yang berbasis bukti. Akhirnya, penelitian yang membandingkan dampak rokok konvensional dan rokok elektrik terhadap profil lipid juga relevan seiring dengan tren penggunaan produk tembakau alternatif.

Read online
File size188.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test