POLIBANPOLIBAN

POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi InformasiPOSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi

Untuk mendukung strategi bisnis dan mempertahankan daya saing, pengelolaan teknologi informasi (TI) yang efektif menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 untuk mengevaluasi tingkat kemampuan (capability level) dan tingkat kematangan (maturity level) tata kelola TI di PT. ABC. Fokus evaluasi dilakukan pada tiga domain utama, yaitu APO03 (Managed Enterprise Architecture), APO10 (Managed Vendors), dan MEA03 (Managed Compliance with External Requirements). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta kuesioner dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya kekurangan dalam tata kelola TI yang memerlukan perbaikan dengan pendekatan strategis. Rekomendasi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan inovasi, efisiensi operasional, dan daya saing perusahaan. Penelitian ini diharapkan menjadi panduan untuk pengelolaan TI yang lebih optimal.

Berdasarkan hasil audit tata kelola TI pada PT.ABC menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan (capability level) dan tingkat kematangan (maturity level) tata kelola TI perusahaan berada pada kategori largely achieved untuk sebagian besar domain, namun terdapat beberapa area yang masih memerlukan pengembangan.APO03 (Managed Enterprise Architecture) telah memiliki kerangka arsitektur yang cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan pengawasan dan dokumentasi formal untuk memastikan seluruh inisiatif TI sejalan dengan arsitektur referensi.APO10 (Managed Vendors) menunjukkan capaian yang cukup baik, namun masih terdapat beberapa kekurangan dalam pengelolaan kontrak vendor dan penyelarasan kebijakan perusahaan.MEA03 (Managed Compliance with External Requirements) telah dikelola dengan baik, tetapi masih terdapat kekurangan dalam dokumentasi dan pemantauan perubahan regulasi secara berkala.Secara keseluruhan, audit ini menunjukkan bahwa PT.ABC memiliki pondasi tata kelola TI yang solid, namun masih terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kepatuhan melalui pengawasan, integrasi proses TI dengan strategi bisnis perusahaan.

Berdasarkan hasil penelitian dan temuan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan sistem komunikasi internal yang efektif untuk memastikan semua personil yang relevan mengetahui perubahan persyaratan hukum, peraturan, dan standar. 2. Mengimplementasikan sistem manajemen risiko yang komprehensif terkait kemampuan vendor dalam menyediakan layanan yang efisien, efektif, aman, rahasia, andal, dan berkelanjutan. 3. Meningkatkan koordinasi antara tim TI, manajemen, dan operasional untuk memastikan inisiatif TI selaras dengan kebutuhan bisnis dan mendukung upaya keberlanjutan perusahaan.

  1. "Memahami Metode Kualitatif" by Gumilar Rusliwa Somantri. memahami metode kualitatif gumilar... doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122Memahami Metode Kualitatif by Gumilar Rusliwa Somantri memahami metode kualitatif gumilar doi 10 7454 mssh v9i2 122
  2. PENERAPAN FRAMEWORK COBIT 2019 DALAM AUDIT TATA KELOLA SISTEM INFORMASI PADA LPD DESA BERABAN | JATI... doi.org/10.36040/jati.v7i4.7142PENERAPAN FRAMEWORK COBIT 2019 DALAM AUDIT TATA KELOLA SISTEM INFORMASI PADA LPD DESA BERABAN JATI doi 10 36040 jati v7i4 7142
  3. Analysing IT Governance Maturity Level using COBIT 2019 Framework: A Case Study of Small Size Higher... ieeexplore.ieee.org/document/9274599Analysing IT Governance Maturity Level using COBIT 2019 Framework A Case Study of Small Size Higher ieeexplore ieee document 9274599
Read online
File size456.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test