UNYUNY

Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan KonselingJurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin belajar siswa melalui konseling kelompok teknik Self-management bagi siswa kelas XI Multimedia I di SMK Negeri 2 Sewon. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Subyek dalam penelitian ini yaitu 7 siswa yang memiliki disiplin belajar rendah. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan skala disiplin belajar yang telah melalui uji validitas serta uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan disiplin belajar siswa dari 7 subjek. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dan di setiap siklus menunjukkan adanya peningkatan skor serta perubahan perilaku. Skor rata-rata disiplin belajar siswa pada siklus I yaitu 19,23 %, skor pada siklus II yaitu 30 % yang menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa mengalami peningkatan. Selain itu, siswa sudah mampu mencapai skor kriteria keberhasilan tindakan yaitu ≥88. Siswa juga mengalami perubahan perilaku yaitu meluangkan waktu untuk belajar, mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu, serta dapat bangun lebih awal daripada biasanya. Siswa sudah paham mengenai pentingnya disiplin dalam belajar dan mengerti cara melaksanakan langkah-langkah dalam teknik Self-management.

Disiplin belajar siswa kelas XI Multimedia 1 di SMK N 2 Sewon dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok dengan teknik Self-management.Pada siklus I, terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 19,23% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 30%, dengan semua siswa mencapai skor kriteria keberhasilan yaitu ≥88.Siswa juga memahami konsep Self-management dan mampu mengontrol perilaku belajarnya secara mandiri sesuai rencana dan target yang ditetapkan.

Pertama, perlu diteliti efektivitas teknik self-management pada siswa di jenjang atau jurusan berbeda, seperti SMK bidang teknik atau SMA IPA, untuk melihat apakah hasilnya konsisten atau dipengaruhi oleh karakteristik peserta didik. Kedua, perlu dikaji lebih dalam bagaimana faktor lingkungan rumah, seperti dukungan orang tua atau kondisi fasilitas belajar, memengaruhi keberhasilan penerapan self-management dalam jangka panjang, termasuk apakah perlu ada intervensi bersama orang tua. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penggunaan teknik lain dalam pendekatan behavioristik, seperti kontrak perilaku atau token economy, yang dikombinasikan dengan self-management guna meningkatkan kedisiplinan belajar secara lebih komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga bisa mengevaluasi dampak jangka panjang dari teknik ini setelah pembelajaran kembali tatap muka, untuk memastikan perilaku disiplin tetap terjaga. Selain itu, bisa diteliti perbandingan efektivitas antara konseling kelompok daring dan luring dalam menerapkan teknik ini. Penelitian juga dapat menguji penggunaan platform digital yang lebih interaktif untuk memfasilitasi self-monitoring siswa secara otomatis. Pengembangan modul pelatihan mandiri berbasis teknik self-management juga layak dieksplorasi agar siswa bisa menggunakannya tanpa konselor. Variasi dalam durasi tindakan dan jumlah pertemuan juga perlu diteliti untuk menemukan format optimal. Selain itu, penting mengevaluasi peran observer dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan konseling kelompok. Terakhir, penelitian bisa menguji integrasi teknik ini dengan mata pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat pembiasaan disiplin secara menyeluruh.

Read online
File size391.08 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test