UBHARAJAYAUBHARAJAYA
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian MasyarakatMasa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan, sehingga menjadikan remaja kelompok yang rentan terhadap berbagai permasalahan, termasuk pelecehan seksual. Tingginya dorongan seksual yang belum diimbangi dengan kematangan kontrol diri, minimnya pendidikan kesehatan reproduksi, serta pengaruh lingkungan dan media digital menjadi faktor utama meningkatnya kasus pelecehan seksual pada remaja. Data nasional menunjukkan peningkatan signifikan kasus kekerasan seksual dari tahun ke tahun, baik yang terjadi di lingkungan sekolah, ruang publik, maupun media daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena pelecehan seksual pada remaja, bentuk-bentuk yang sering terjadi, serta pentingnya edukasi sebagai upaya pencegahan. Sasaran kegiatan ini adalah remaja sebagai kelompok berisiko, serta institusi pendidikan sebagai lingkungan strategis dalam pencegahan kekerasan seksual. Proses pelaksanaan dilakukan melalui kajian literatur dan analisis data sekunder dari berbagai laporan nasional serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelecehan seksual pada remaja terjadi dalam bentuk verbal, nonverbal, dan daring, yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan penguatan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan terbukti menjadi langkah penting dalam menekan risiko terjadinya pelecehan seksual. Manfaat kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai urgensi pencegahan kekerasan seksual pada remaja. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa upaya preventif melalui edukasi, dukungan sistemik, dan regulasi yang tegas sangat diperlukan untuk melindungi remaja dari berbagai bentuk pelecehan seksual.
Masa remaja adalah periode rentan terhadap pelecehan seksual karena perubahan fisik dan emosional yang belum diimbangi dengan pemahaman batasan sosial, terutama di lingkungan seperti sekolah.Program psikoedukasi yang melibatkan diskusi interaktif dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam mengenali serta menanggapi pelecehan seksual.Edukasi berkelanjutan yang melibatkan guru dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi remaja.
Pertama, perlu dikaji efektivitas model psikoedukasi berbasis digital dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pelecehan seksual, mengingat penggunaan media daring yang tinggi di kalangan mereka. Penelitian ini bisa mengeksplorasi apakah platform interaktif seperti aplikasi atau game edukasi mampu menyampaikan materi lebih menarik dan mudah diakses dibanding metode tatap muka. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana keterlibatan orang tua dalam program edukasi seksual memengaruhi sikap dan perilaku remaja dalam mencegah pelecehan, termasuk hambatan komunikasi antara orang tua dan anak mengenai topik sensitif ini. Ketiga, perlu dikembangkan dan dievaluasi kurikulum pendidikan seksual berbasis sekolah yang terintegrasi dalam mata pelajaran reguler, untuk memastikan pendekatan yang berkelanjutan dan sistematis, bukan hanya kegiatan insidental, serta mempertimbangkan keragaman budaya dan agama di Indonesia agar materi diterima secara luas tanpa menimbulkan resistensi sosial.
| File size | 489.7 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan rata-rata dari pra-uji-coba ke pasca-uji-coba (11,52 ± 3,04 menjadiHasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan rata-rata dari pra-uji-coba ke pasca-uji-coba (11,52 ± 3,04 menjadi
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Sebagai pemimpin, mereka tidak hanya mengarahkan sholat berjamaah tetapi juga memberikan bimbingan spiritual dan sosial, sementara sebagai panutan, merekaSebagai pemimpin, mereka tidak hanya mengarahkan sholat berjamaah tetapi juga memberikan bimbingan spiritual dan sosial, sementara sebagai panutan, mereka
UTPUTP Penguatan keterlibatan keluarga, pendidik, dan masyarakat juga penting untuk memastikan dukungan yang konsisten dan informasi yang akurat. Penelitian iniPenguatan keterlibatan keluarga, pendidik, dan masyarakat juga penting untuk memastikan dukungan yang konsisten dan informasi yang akurat. Penelitian ini
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Masyarakat Indonesia menganggap LGBT sebagai perilaku menyimpang karena tidak sesuai dengan orientasi seksual yang sesuai dengan norma sosial dan agama.Masyarakat Indonesia menganggap LGBT sebagai perilaku menyimpang karena tidak sesuai dengan orientasi seksual yang sesuai dengan norma sosial dan agama.
UnmulUnmul Data responden siswa‑siswi kelas VIII di SMP Negeri 3 Kota Sorong menunjukkan bahwa 97,3 % tidak pernah menghisap lem dan 2,7 % pernah menghisapData responden siswa‑siswi kelas VIII di SMP Negeri 3 Kota Sorong menunjukkan bahwa 97,3 % tidak pernah menghisap lem dan 2,7 % pernah menghisap
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Buss-Perry AggressionSampel dalam penelitian ini sebanyak 104 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Buss-Perry Aggression
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Hasil uji univariat dan bivariat dari keempat artikel menunjukkan adanya pengaruh pemberian pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja.Hasil uji univariat dan bivariat dari keempat artikel menunjukkan adanya pengaruh pemberian pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja.
UNUBLITARUNUBLITAR Metodologi penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi hubungan antaraMetodologi penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi hubungan antara
Useful /
UnmulUnmul Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest, melibatkan 50 responden. Hasil: Rata-rataMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest, melibatkan 50 responden. Hasil: Rata-rata
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Indonesia merupakan negara yang berada di posisi ring of fire, yang menyebabkan berpotensi mengalami banyak bencana alam. Indonesia terletak di pertemuanIndonesia merupakan negara yang berada di posisi ring of fire, yang menyebabkan berpotensi mengalami banyak bencana alam. Indonesia terletak di pertemuan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Hasil penelitian di Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura terdapat 33 (42,9%) ibu hamil yang positif IMS dan sebanyak 44 (57,1%) ibu hamil yang negatif IMS.Hasil penelitian di Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura terdapat 33 (42,9%) ibu hamil yang positif IMS dan sebanyak 44 (57,1%) ibu hamil yang negatif IMS.
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Dukungan keluarga mendorong lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia secara konstan/berkelanjutan. Disarankan pada keluarga untuk mempertahankanDukungan keluarga mendorong lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia secara konstan/berkelanjutan. Disarankan pada keluarga untuk mempertahankan