RISETPRESSRISETPRESS

Journal of Business Management and Economic DevelopmentJournal of Business Management and Economic Development

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pariwisata memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal; namun, mereka sangat rentan terhadap risiko keuangan karena fluktuasi kedatangan wisatawan, ketidakpastian cuaca, dan sifat musiman destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis risiko keuangan yang dihadapi UMKM berbasis pariwisata, memeriksa dampaknya terhadap keberlanjutan bisnis, dan mengembangkan model manajemen risiko keuangan praktis yang sesuai dengan skala usaha kecil. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi lapangan yang dilakukan selama program edutourism di area Pantai Carita dari 1 hingga 17 Desember 2025. Temuan mengungkapkan bahwa risiko keuangan utama meliputi risiko pendapatan, risiko biaya operasional, dan risiko arus kas dan likuiditas. Di antara ini, ketidakstabilan pendapatan dan keterbatasan arus kas adalah faktor paling signifikan yang mempengaruhi kelangsungan bisnis, terutama selama periode penurunan aktivitas wisatawan. Aktor UMKM cenderung mengelola risiko ini melalui strategi informal yang didasarkan pada pengalaman, seperti menyesuaikan tingkat produksi, mengurangi biaya operasional, dan mengandalkan mekanisme penanganan keuangan jangka pendek. Penelitian ini berkontribusi dengan mengusulkan model manajemen risiko keuangan yang disederhanakan dan berbasis konteks yang selaras dengan realitas operasional UMKM pariwisata. Model ini menekankan identifikasi risiko yang praktis, prioritas, dan strategi mitigasi adaptif yang dapat diterapkan tanpa memerlukan sistem keuangan yang kompleks. Temuan memberikan implikasi bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam merancang kerangka kerja dukungan keuangan dan manajemen risiko yang lebih inklusif dan dapat diterapkan untuk UMKM berbasis pariwisata.

Penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM berbasis pariwisata di Pantai Carita beroperasi di bawah risiko keuangan yang signifikan dan khas, terutama didorong oleh sifat musiman dan tidak pasti dari pariwisata.Temuan mengidentifikasi risiko pendapatan, risiko biaya operasional, dan risiko arus kas dan likuiditas sebagai tantangan keuangan utama, dengan ketidakstabilan pendapatan dan keterbatasan arus kas muncul sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keberlanjutan bisnis.Risiko ini sebagian besar dipengaruhi oleh fluktuasi kedatangan wisatawan, variabilitas cuaca, dan ketergantungan struktural UMKM pada permintaan pariwisata, yang menciptakan aliran pendapatan yang tidak stabil sementara biaya operasional tetap relatif kaku.Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menekankan bahwa manajemen risiko keuangan di UMKM berbasis pariwisata tidak dapat ditangani secara efektif dengan kerangka kerja formal dan kompleks yang biasanya dirancang untuk perusahaan berskala besar.Sebaliknya, temuan menekankan pentingnya pendekatan yang disederhanakan, berbasis konteks, dan berdasarkan pengalaman yang mencerminkan kondisi operasional nyata usaha kecil.Dengan mengintegrasikan wawasan empiris dengan perspektif teoritis, penelitian ini mengusulkan model manajemen risiko keuangan berbasis konteks yang menghubungkan sumber risiko, dampak keuangan, dan strategi mitigasi adaptif dengan cara yang praktis dan dapat diakses.Dari sudut pandang praktis, temuan menyarankan bahwa aktor UMKM dapat meningkatkan ketahanan keuangan mereka dengan menerapkan praktik manajemen risiko dasar tetapi efektif, seperti menjaga catatan arus kas sederhana, mengalokasikan dana cadangan selama periode permintaan puncak, dan menyesuaikan operasi sesuai dengan fluktuasi permintaan wisatawan.Selain itu, strategi seperti diversifikasi produk dan memperkuat jaringan bisnis lokal dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan dan meningkatkan adaptabilitas bisnis dalam lingkungan yang tidak pasti.Dari sudut pandang kebijakan, penelitian ini menekankan kebutuhan akan program dukungan keuangan yang lebih inklusif dan sensitif terhadap konteks untuk UMKM di area pariwisata.Pembuat kebijakan dan institusi pendukung didorong untuk memprioritaskan bantuan manajemen keuangan praktis, dengan fokus pada peningkatan kesadaran risiko dan kemampuan keuangan dasar daripada mempromosikan sistem keuangan yang kompleks.Selain itu, intervensi kebijakan adaptif yang mempertimbangkan karakteristik musiman destinasi pariwisata - seperti skema pembiayaan fleksibel dan dukungan yang ditargetkan selama periode permintaan rendah - sangat penting untuk memperkuat keberlanjutan dan ketahanan UMKM berbasis pariwisata.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Menganalisis dampak risiko keuangan pada berbagai jenis UMKM berbasis pariwisata: Penelitian ini telah mengidentifikasi variasi risiko keuangan di antara UMKM yang berbeda. Studi lanjutan dapat fokus pada analisis dampak risiko keuangan pada sektor-sektor tertentu dalam industri pariwisata, seperti akomodasi, makanan dan minuman, atau penyewaan peralatan. Dengan memahami risiko yang unik untuk setiap sektor, strategi manajemen risiko yang lebih terfokus dan efektif dapat dikembangkan.. . 2. Mengeksplorasi peran teknologi dalam manajemen risiko keuangan UMKM: Dalam era digital, teknologi dapat memainkan peran penting dalam membantu UMKM mengelola risiko keuangan mereka. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana teknologi, seperti platform manajemen keuangan online, aplikasi peramalan pendapatan, atau sistem pembayaran digital, dapat meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengidentifikasi, memantau, dan merespons risiko keuangan. Studi ini dapat mengeksplorasi manfaat dan tantangan yang terkait dengan implementasi teknologi dalam manajemen risiko keuangan UMKM.. . 3. Mempelajari dampak kebijakan dan intervensi pemerintah terhadap manajemen risiko keuangan UMKM: Pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung UMKM melalui kebijakan dan intervensi yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan keuangan mereka. Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak kebijakan dan program pemerintah yang ada, seperti skema pembiayaan khusus, pelatihan manajemen risiko, atau insentif pajak, pada kemampuan UMKM dalam mengelola risiko keuangan. Studi ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung UMKM dalam menghadapi tantangan keuangan.

  1. Do Financial Knowledge and e-Payment Awareness Affect Saving and Spending Behavior? The Mediating Role... doi.org/10.22146/gamaijb.83409Do Financial Knowledge and e Payment Awareness Affect Saving and Spending Behavior The Mediating Role doi 10 22146 gamaijb 83409
  2. An Analysis of Tourism Promotion Strategies: Enhancing Destination Competitiveness through Creative |... doi.org/10.61942/msj.v3i2.373An Analysis of Tourism Promotion Strategies Enhancing Destination Competitiveness through Creative doi 10 61942 msj v3i2 373
  3. The Influence of Working Capital on MSME Sustainability with Liquidity Level as a Mediator | Journal... newinera.com/index.php/JournalLaSociale/article/view/2049The Influence of Working Capital on MSME Sustainability with Liquidity Level as a Mediator Journal newinera index php JournalLaSociale article view 2049
Read online
File size402.08 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test