PELITABANGSAPELITABANGSA

Pelita TeknologiPelita Teknologi

Lindi merupakan limbah cair yang dihasilkan dari dekomposisi sampah padat di tempat pembuangan akhir dan umumnya mengandung konsentrasi tinggi polutan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Proses Oksidasi Lanjut (AOP) yang mengombinasikan ozon (O₃) dan hidrogen peroksida (H₂O₂) dalam mengurangi kadar COD dan TSS pada lindi TPA. Sampel lindi dikumpulkan dari TPA Piyungan, Bantul. Eksperimen dilakukan menggunakan reaktor batch dengan variasi dosis H₂O₂ (10, 20, 30, dan 40 ml) dan waktu ozonisasi 20, 40, 60, dan 80 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan COD tertinggi mencapai 69% pada dosis H₂O₂ 40 ml dengan waktu ozonisasi 60 menit. Sementara itu, penurunan TSS mencapai 43% pada dosis H₂O₂ yang sama dengan waktu ozonisasi 80 menit. Berdasarkan temuan ini, kombinasi O₃ dan H₂O₂ dalam metode AOP efektif untuk mengolah lindi TPA, khususnya untuk mengurangi kadar COD dan TSS.

Penerapan metode Advanced Oxidation Process (AOP) pada air lindi menunjukkan efektivitas yang bervariasi dengan penurunan yang konsisten namun juga fluktuatif.Efektivitas tertinggi tercatat pada parameter COD sebesar 69% (menurun hingga 627 mg/L) dan pada TSS sebesar 43% (menurun hingga 33,5 mg/L), di mana TSS telah memenuhi baku mutu sementara COD belum.Dosis optimum AOP kombinasi O₃ dan H₂O₂ untuk penurunan COD adalah 40 ml H₂O₂ dengan 60 menit ozonisasi, sedangkan untuk TSS adalah 40 ml H₂O₂ dengan 80 menit ozonisasi.

Untuk pengembangan lebih lanjut dalam pengolahan air lindi menggunakan Advanced Oxidation Process (AOP), disarankan beberapa arah penelitian inovatif. Pertama, studi mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik dan kuantitatif keberadaan serta pengaruh senyawa pemicu fluktuasi atau radical scavenger yang dapat menghambat efektivitas radikal hidroksil (OH•). Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode pra-perlakuan atau modifikasi komposisi reaktan AOP untuk menekan dampak negatif senyawa tersebut, guna mencapai efisiensi degradasi polutan yang lebih stabil dan konsisten, khususnya untuk parameter COD yang belum memenuhi baku mutu. Kedua, perlu dipertimbangkan investigasi terhadap parameter operasional AOP lainnya yang belum terjamah dalam penelitian ini, seperti pengaruh pH awal, suhu reaksi, atau penambahan katalisator (misalnya sinar ultraviolet atau ion logam transisi seperti Fe²⁺ untuk metode Fenton-like). Pengujian variasi parameter ini dapat membuka peluang untuk menemukan kondisi operasi yang optimal secara menyeluruh, tidak hanya untuk COD dan TSS, tetapi juga untuk menguraikan senyawa organik kompleks yang lebih stabil yang terbentuk sebagai produk antara selama proses oksidasi. Terakhir, melihat bahwa air lindi mengandung berbagai jenis polutan, penelitian selanjutnya dapat memperluas ruang lingkup dengan mengevaluasi efektivitas AOP kombinasi Ozon-H₂O₂ terhadap parameter lain yang relevan seperti amonia, logam berat, atau senyawa mikropolutan organik spesifik. Hal ini penting untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang kapabilitas metode AOP dalam menjadikan efluen lindi memenuhi seluruh standar baku mutu lingkungan, sekaligus menilai potensi aplikasinya dalam skala yang lebih besar atau sistem pengolahan terintegrasi.

Read online
File size361.42 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test