4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Provinsi Lampung memanfaatkan sumber daya ikan hingga 380.000 ton per tahun dari total stok ikan yang didaratkan di pelabuhan perikanan yang ada. Salah satunya adalah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing, yang memiliki lokasi strategis dan berbatasan langsung dengan Teluk Lampung. Namun, berdasarkan laporan tahunan PPP Lempasing dari tahun 2013 hingga 2022, hasil tangkapan yang didaratkan cenderung menurun setiap tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemanfaatan sumber daya ikan secara maksimal. Dalam penelitian ini, stok ikan dianalisis menggunakan pendekatan produksi surplus menggunakan metode equilibrium state, model Schaefer 1954, dan model Fox 1970, serta model non-equilibrium state, model Walter-Hilborn 1976, cara satu dan dua. Hasil analisis menunjukkan bahwa model yang tepat untuk menentukan tingkat pemanfaatan dan status penangkapan adalah model Walter-Hilborn cara kedua, yang memiliki nilai R2 tertinggi kedua yaitu 80%. Meskipun model Walter-Hilborn cara satu memiliki nilai R2 tertinggi yaitu 95%, namun dengan tingkat pemanfaatan sebesar 313%, hal ini kurang relevan karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan model Walter-Hilborn cara kedua, tingkat pemanfaatan di PPP Lempasing mencapai 97%, yang berarti telah dieksploitasi sepenuhnya. Disarankan untuk memanfaatkan sumber daya ikan dengan nilai YMSY 713 ton/tahun, FMSY 1240 ton/tahun, dan YJTB 571 trip/tahun, dengan setiap trip (UMSY) dapat menangkap sebanyak 0.58 tangkapan. Upaya penangkapan juga dapat ditingkatkan, tetapi dengan mempertimbangkan nilai stok berkelanjutan atau stok ikan yang ada pada kedalaman 727 ton.

Berdasarkan hasil analisis dari ketiga model yang telah diuji, model Walter-Hilborn (1976) cara kedua dapat dijadikan acuan dalam menentukan tingkat pemanfaatan di PPP Lempasing dengan nilai kepercayaan atau nilai R2 sebesar 80% lebih kecil dibandingkan model pertama yaitu sebesar 95%.Meskipun demikian, Walter-Hilborn cara kedua lebih relevan karena tingkat pemanfaatan sebesar 97% (fully exploited) dibandingkan model Walter-Hilborn cara satu sebesar 313%, yang tidak sesuai dengan tren penurunan hasil tangkapan di PPP Lempasing.Penelitian ini merekomendasikan peningkatan hasil tangkapan dengan mengacu pada nilai maksimum penangkapan pertahun dan mempertimbangkan nilai stok berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya perikanan di PPP Lempasing. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan selain upaya penangkapan, seperti perubahan kondisi lingkungan (suhu air, salinitas, oksigen terlarut) dan ketersediaan pakan alami. Penelitian ini dapat menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan dan analisis data historis untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor lingkungan dengan fluktuasi hasil tangkapan. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas implementasi peraturan perikanan yang berlaku di wilayah tersebut, termasuk regulasi mengenai jenis alat tangkap yang diperbolehkan, ukuran minimum ikan yang boleh ditangkap, dan zona-zona larangan penangkapan. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui survei terhadap nelayan, analisis data penegakan hukum, dan pemantauan kondisi stok ikan secara berkala. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pengelolaan perikanan yang lebih komprehensif dan adaptif, dengan mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi nelayan dan keberlanjutan ekosistem laut. Model ini dapat mengintegrasikan data hasil tangkapan, data stok ikan, data lingkungan, dan data sosial-ekonomi untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan yang optimal dan dapat disesuaikan dengan perubahan kondisi di lapangan. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya perikanan di PPP Lempasing dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat nelayan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut.

  1. An analytical solution to ecosystem-based FMSY using trophic transfer efficiency of prey consumption... doi.org/10.1371/journal.pone.0276370An analytical solution to ecosystem based FMSY using trophic transfer efficiency of prey consumption doi 10 1371 journal pone 0276370
  2. Kajian Stok Ikan Pelagis Kecil Dengan Alat Tangkap Mini Purse Seine di Perairan Lempasing, Lampung |... satyaminabahari.org/index.php/jism/article/view/12Kajian Stok Ikan Pelagis Kecil Dengan Alat Tangkap Mini Purse Seine di Perairan Lempasing Lampung satyaminabahari index php jism article view 12
  3. Produktivitas dan Pola Musim Tangkap Ikan Peperek (Leiognathus spp.) di Teluk Banten | Jurnal Ilmu Pertanian... doi.org/10.18343/jipi.28.3.457Produktivitas dan Pola Musim Tangkap Ikan Peperek Leiognathus spp di Teluk Banten Jurnal Ilmu Pertanian doi 10 18343 jipi 28 3 457
Read online
File size537.27 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test